klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

PPKM Mikro Diterapkan, Kasus Covid-19 di Banyuwangi Susut Hingga 32 Persen

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Jajaran Forkopimda Banyuwangi saat mengikuti rapat evaluasi PPKM skala mikro yang dipimpin oleh Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) V Brawijaya, Brigjen TNI Agus Setiawan secara virtual pada Kamis (18/2/2021) kemarin. (ist)
Jajaran Forkopimda Banyuwangi saat mengikuti rapat evaluasi PPKM skala mikro yang dipimpin oleh Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) V Brawijaya, Brigjen TNI Agus Setiawan secara virtual pada Kamis (18/2/2021) kemarin. (ist)

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro dinilai cukup efektif menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Banyuwangi. Buktinya selama sepuluh hari pelaksanaan, angka konfirmasi positif kasus covid di Banyuwangi mengalami penurunan hingga 32,27 persen.

[irp]

"Pemberlakukan PPKM cukup efektif tekan penularan covid di masyarakat. Jumlah kasus positif Covid-19 di Banyuwangi turun cukup signifikan dalam 10 hari ini," ungkap Pelaksana harian (Plh) Bupati Banyuwangi, Mujiono dalam rapat virtual evaluasi PPKM Mikro yang dipimpin oleh Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) V Brawijaya, Brigjen TNI Agus Setiawan, Kamis (18/2/2021).

Menurutnya, pada awal Februari lalu tercatat 252 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dan saat ini cenderung berkurang, yaitu tinggal 177 orang. "Jadi ada penurunan 75 kasus (32,27%),” kata Mujiono dalam rapat yang juga dihadiri Kapolda Jawa Timur (Jatim), Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur dan para kepala daerah se Jatim.

Dijelaskan, PPKM mikro di Banyuwangi mulai diterapkan sejak tanggal 9 Februari 2021 lalu. Aturan tentang PPKM mikro sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 3 Tahun 2021.

Salah satu perintah dalam aturan ini, yakni terkait pembentukan posko penanganan Covid-19 di tingkat desa dan kelurahan. Tujuannya menekan penyebaran virus corona. Nah, atas perintah tersebut akhirnya ditindaklanjuti dengan membentuk satgas mulai tingkat Rukun Tetangga (RT) hingga kecamatan.

Perlu diketahui, di Banyuwangi ada 189 desa dan 28 kelurahan. Sedangkan jumlah posko yang sudah beroperasi saat ini ada 207 posko. Sisanya tinggal 10 kelurahan yang belum beroperasi.

Dalam kesempatan itu, Mujiono pun memaparkan, peta zonasi di level RT di Banyuwangi mengacu pada aturan Mendagri dan SK Gubernur Jatim. Dari total 10.569 RT yang tersebar di 217 desa dan kelurahan se-Banyuwangi, ada sebanyak 10.354 RT merupakan zona hijau, 215 RT zona kuning. Sementara zona oranye dan merah, nihil. 

Plh Bupati Mujiono berharap, masyarakat terus melakukan disiplin protokol kesehatan Covid-19. Sehingga status Banyuwangi yang saat ini zona oranye bisa segera berubah menjadi zona kuning, bahkan hijau.

Pantauan di lapangan, tampak ikut mendampingi Plh Bupati Mujiono antara lain Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin; Dandim 0825, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto; dan Danlanal Banyuwangi, Letkol Laut (P) Joko Setiyono. 

Sementara itu Kasdam V Brawijaya, Brigjen TNI Agus Setiawan telah mengapresiasi pelaksanaan PPKM skala mikro di Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Banyuwangi. “Secara umum evaluasinya positif. Terjadi banyak penurunan kasus positif Covid-19. Saya berharap posko yang sudah ada terus dijaga, dirawat dan digunakan untuk perang melawan Covid-19,” tandas Brigjen Agus. (nul)

Editor :