klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Desa di Sidoarjo Yang Terapkan PPKM Skala Mikro Capai 90 Persen

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono mengikuti rapat evaluasi PPKM skala mikro di daerah setempat. (Catur Rini/klikjatim.com)
Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono mengikuti rapat evaluasi PPKM skala mikro di daerah setempat. (Catur Rini/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Total sekitar 90 persen desa di Kabupaten Sidoarjo telah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemkab Sidoarjo, Probo Agus Sunarno usai mendampingi Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono saat mengikuti zoom meeting terkait evaluasi PPKM skala mikro yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Command Center Pendopo Delta Wibawa, Selasa (16/2/2021).

[irp]

Probo mengatakan, untuk sementara dalam pelaksanaan PPKM skala mikro ini pihak desa memakai anggaran Pendapatan Asli Desa (PAD). Sebab anggaran Dana Desa (DD) masih menunggu persetujuan Kemendagri terkait Peraturan Bupati (Perbup) tentang DD yang dikirim Pemkab Sidoarjo. "Kalau perbupnya turun bisa cair," lanjutnya.

Kendati demikian, namun Pemkab Sidoarjo tetap akan selalu mendukung upaya desa yang menerapkan PPKM skala mikro tersebut. Selain itu, kegiatan seperti sosialisasi maupun pembinaan pencegahan penyebaran Covid-19 juga akan selalu dilakukan kepada masyarakat. Termasuk Tracing, Testing, Treatment (3T) pun dilakukan.

Sementara itu, Pj Bupati Sidoarjo, Hudiyono mengatakan, PPKM skala mikro sangat efektif dalam menurunkan kasus Covid-19. Tetapi pelaksanaanya harus terus diawasi mulai dari pemerintah pusat maupun daerah. Hal ini sangat penting agar pelaksanaannya benar-benar berjalan efektif untuk menurunkan penyebaran Covid-19.

"PPKM mikro ini harus terus diawasi oleh pemerintah pusat, oleh pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan tentu sampai kecamatan dan desa. Diawasi dalam arti pelaksanaannya itu benar-benar jalan," paparnya.

Dia mengakui, memang masih ada kelemahan dalam tracing pada PPKM mikro tingkat RT. Seperti yang dijumpai di salah satu RT di Desa Tropodo, Waru. Dari 8 kasus Covid-19 yang terjadi di RT tersebut, hanya 12 orang ditracing atau dilakukan tes rapid antigen. Padahal seharusnya dari 2 kasus Covid-19, paling tidak 10 orang harus dilakukan rapid tes antigen. Untuk itu, dirinya meminta ada komunikasi yang efektif dalam posko PPKM mikro tersebut. 

"Padahal teman-teman kesehatan dari Puskesmas, dari Dinas Kesehatan kabupaten sudah siap segalanya, rapid sudah siap, ruang isolasi juga siap, berarti nanti di tingkat RT harus terjadi komunikasi yang efektif ketika satu klaster, satu rumah terpapar positif, komunikasi ini jalan," pintanya.

Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Pemkab Sidoarjo, dr. Muhammad Atho`Illah menambahkan, dalam beberapa hari ini kasus Covid-19 mengalami penurunan. Bed Occupancy Rate (BOR) atau angka penggunaan tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 juga turun di bawah 70 persen.

"Dua hari ini untuk angka kasus aktif sudah turun dibandingkan dengan Minggu kemarin, Minggu kemarin di angka 270-250, sekarang sudah di angka 220 an," ujarnya. (nul)

Editor :