KLIKJATIM.Com | Banyuwangi - Selama ini, pembangunan di Kabulaten Banyuwangi selalu memasukkan unsur budaya dan arsitektur lokal sebagai identitas kota. Tidak hanya infrastruktur penunjang pariwisata yang mencirikan kekhasan lokal, namun bangunan layanan publik juga didesain mengangkat nilai-nilai lokal.
[irp]
Salah satunya adalah bangunan aula Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi), yang diresmikan oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kamis (4/2/2021). Bangunan ini mengusung arsitektur rumah Osing (warga lokal stempat).
Bupati Anas mengatakan, selama ini pembangunan di Banyuwangi selalu memasukkan unsur budaya dan arsitektur lokal sebagai identitas kota.
"Banyuwangi menjadikan arsitek dan arsitektur sebagai bagian integral pembangunan daerah karena ingin bangunan publik tak hanya fungsional, tapi juga estetis dan berkelanjutan,” ujarnya.
Gedung aula yang berada di sisi depan kawasan kampus Poliwangi ini mampu mencirikan lokalitas Banyuwangi. Fasilitas di dalam bangunan yang dikembangkan ini adalah gedung aula yang sekaligus menampung rektorat Poliwangi.
"Di samping memenuhi kebutuhan akan fungsinya sebagai aula, kehadiran bangunan yang ikonis akan menjadi kebanggan bagi Banyuwangi, khususnya Poliwangi. Bangunan ini akan mengingatkan kembali masyarakat Banyuwangi akan kekayaan budaya dalam bentuk arsitektur," kata Anas.
Arsitek yang mendesain adalah Andra Matin, yang juga merancang-bangun Bandara Banyuwangi yang dikenal sebagai bandara berkonsep hijau pertama di Indonesia. Arsitek mendesain aula ini merujuk pada rumah tradisional Banyuwangi.
Meskipun didesain dua lantai, aula dibuat dengan langit-langit setinggi bangunan, sehingga bentuk segitiga atas jelas terlihat.
Dari sisi luar, bentuk bangunan yang seperti rumah Osing dengan empat bidang atap yang khas terlihat jelas. Sebagaimana rumah tradisional Osing yang umumnya menonjolkan keaslian wujud material yang dipakai, gedung ini juga membiarkan acian, semen, beton, maupun kayu terlihat apa adanya.
Sementara itu, Direktur Poliwangi Son Kuswadi mengatakan bahwa pihaknya mengaku bangga bahwa kampusnya mampu membuat bangunan publik yang mempresentasikan arsitektur bercirikan khas lokal. Bagi dia, ini menjadi penyemangat bagi semua bahwa arsitektur heritage juga mampu hadir menjadi bangunan yang indah nan estetik.
"Ini juga menitipkan pesan kepada mahasiswa bahwa kita semua harus menjaga kekayaan arsitektur nusantara kita," ujar Son Kuswadi. (bro)
Editor : Apriliana Devitasari
Kuasa Hukum Eks Kadisdik Sampang Ajukan Justice Collaborator
KLIKJATIM.Com | Sampang - Penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi penyelewengan Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2024 pada…
Dari Pengakuan Korban, Polisi Bongkar Dugaan Kekerasan Seksual di Rubaru Sumenep
KLIKJATIM.Com | Sumenep - Upaya mencari perlindungan menjadi pintu awal terungkapnya dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak berusia 17 tahun di Kecam…
Huawei Buka Gerai Resmi Pertama di Gresik, Sasar Konsumen hingga Bojonegoro
Huawei resmi membuka gerai pertamanya di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Berlokasi di lantai LG Icon Mall Gresik, tepat di samping Transmart, Huawei Store tersebu…
Kemenhub Tinjau Penerapan Green Port di Terminal Teluk Lamong Dukung NZE 2060
Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Teknologi dan Energi Dr. Capt. Antoni Arif Priadi, M.Sc. meninjau penerapan konsep Green Port di PT Terminal Teluk Lamong (…
Kekeringan di Sumenep Kian Meluas, 62 Desa Ditetapkan Berstatus Tanggap Darurat
KLIKJATIM.Com | Sumenep – Krisis air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Sumenep, Madura, menunjukkan eskalasi yang signifikan.…
Sesi Offline Megpreneur 2026 Lamongan Berakhir, Inkubasikan Inovasi Bisnis hingga Agripreneur
KLIKJATIM.Com | Lamongan – Rangkaian sesi offline program inkubasi wirausaha muda Megpreneur (Megilan Preneur) 2026 resmi ditutup oleh Bupati Lamongan Yuhronur…