klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Warga Kutorejo Mojokerto Tolak Keberadaan TPA Karangdieng

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy

KLIKJATIM.Com | Mojokerto - Operasional Tempat Pembuangan Alhir (TPA) Karangdieng ditentang oleh ratusan   warga Dusun Jaringansari, Desa Karangdieng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto Sabtu (23/1/2021). Mereka melakukan aksi penolakan TPA dengan menggelar demo di jalan cor ke arah TPA Karangdieng.

[irp]

Menurut salahsatu warga mereka  menolak keberadaan TPA karena menimbulkan polusi udara dengan bau busuk yang disebarkan. Alasan lainnya, war

"Kami  menolak berdirinya TPA Dusun Jaringansari, Desa Karangdiyeng karena dampak polusi bau yang ditimbulkan menjadi polemik. Akibatnya warga terganggu akibat bau yang ditimbulkan oleh sampah, juga dari aktifitas keluar dan masuknya kendaraan pengangkut sampah," kata dia.

Saat angin, bau sampah dari TPA Karangdieng berhembus mengarah ke perkampungan mereka dan banyak lalat masuk perkampungan. Hal itu terjadi pasca TPA beroperasi. Warga juga kecewa pada saat rencana pembangunan TPA tidak ada sosialisasi.

Salah satu warga, Muklason mengatakan, protes tersebut dilakukan karena warga tidak dilibatkan saat pembangunan TPA. “Warga menolak karena pada awal pembangunan, tidak ada pemberitahuan, sosialisasi maupun musyawarah. Warga tidak pernah dilibatkan,” ungkapnya,

Masih kata Muklason, warga menolak keberadaan TPA Karangdieng. Mereka juga meminta agar sampah tidak lagi masuk ke TPA Karangdieng. Warga berharap, aktivitas di TPA Karangdieng dihentikan. Dalam satu hari, puluhan truk mengangkut sampah menuju ke TPA Karangdieng yang menimbulkan bau dan lalat.

Pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto, Didik Khusnul Yakin di lokasi mengatakan, pihaknya akan mengakomodir tuntutan warga. “Pemerintah pasti akan memperhatikan apa yang mereka sampaikan. Kita mendirikan TPA bukan untuk kepentingan DLH,” ungkapnya.

Tetapi pembangunan TPA Karangdieng, lanjut Didik, ada kepentingan masyarakat Kabupaten Mojokerto. Oleh sebab itu, Pemkab berharap masyarakat bisa mengelola sampah yang ada di TPA Karangdieng dengan baik dan tidak menimbulkan dampak yang negatif.

“Nah sebenarnya di satu sisi, keberadaannya tidak kumuh tetapi ini TPA edukasi. Masyarakat kita ingin berdayakan dengan TPA ini. Harapannya adalah mereka bisa bekerja di sini, nanti bisa memilah-milah sampai itu kan bisa menjadi sumber pendapatan," kata dia. (hen

Editor :