klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Demonstrasi Tuntut Pengembalian GU Kepada Masyarakat Diwarnai Lempar Batu

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Massa aksi langsung menyalakan flare sesaat setelah audiensi dilakukan. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)
Massa aksi langsung menyalakan flare sesaat setelah audiensi dilakukan. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Suporter Gresik United (GU) kembali menggelar unjuk rasa, Kamis (3/10/2019). Kedatangan ribuan massa aksi ke kantor DPRD Gresik, untuk menuntut pengembalian klub kesayangan warga Gresik kepada masyarakat.

Pantauan di lapangan, aksi sempat diwarnai lempar batu, besi dan botol minuman dari luar pagar kantor dewan. Hal itu dipicu karena massa merasa tidak puas dengan hasil audiensi yang dilakukan bersama anggota dewan. Massa pun menyalakan flare.

Wes bosen dibujuki (sudah bosan ditipu), jadi harus final hari ini,” ujar para suporter setelah mendengar penyampaian awal dari perwakilan pendemo yang melakukan audiensi.

Beruntung, suasana memanas berhasil diredam. Itu setelah perwakilan dari pendemo kembali meyakinkan kepada massa aksi, bahwa perjuangan mereka akan terus berlanjut.

[irp]

Ketua Ultras---suporter GU---Gresik, Toriqi Fajrin mengungkapkan, demonstrasi ini merupakan bentuk kekecewaan para suporter atas penampilan dari tim kebangaannya. "Setiap setengah tahunnya kita degradasi mulai dari liga satu sampai liga tiga," ujarnya.

Hal ini dikarenakan pengelolaan tim yang tidak profesional. Bahkan, cenderung hanya menjadikan persepakbolaan di Gresik sebagai lahan bisnis demi keuntungan pribadi.

“PT Pesegres Joko Samudro (PJS) yang merupakan pengelola dari klub Gresik United sama sekali tidak menunjukkan keseriusannya, sebagai sebuah perusahaan yang profesional, transparan dan akuntable dalam pengelolaan industri persepakbolaan di Kabupaten Gresik,” papar Riqi.

Buktinya, PT PJS mempunyai utang terhadap pembayaran gaji pemain sejak tahun 2017 sampai 2018. “Dari permasalahan ini, maka tidaklah berlebihan ketika kami mengatakan dengan tegas bahwa PT Pesegres Joko Samudro tidak layak mengelola persepakbolaan di Kabupaten Gresik,” terangnya.

[irp]

Dengan kondisi demikian, massa aksi wadul kepada anggota dewan sambil membawa 4 tututan. Antara lain meminta DPRD Gresik agar memediasi dengan memanggil pihak-pihak terkait; meminta DPRD Gresik agar mendesak PT PJS untuk lebih profesional dalam mengelola persepakbolaan di Kabupaten Gresik; meminta DPRD agar berkirim surat ke PSSI dan BOPI supaya PT PJS tidak boleh mengikuti kompetensi sebelum menyelesaikan kewajibannya membayar gaji para pemain; serta memboikot seluruh pertandingan yang diikuti oleh PT PJS.

Setelah audiensi, Ketua DPRD Gresik, Fandi Akhmad Yani didampingi dua anggota, Mega Bagus Sahputra dan Sahrul telah menemui para pendemo. Dia menyampaikan, ada beberapa tuntutan suporter yang bisa dipenuhi secara langsung.

“Rencananya Rabu (9/10) minggu depan akan kami agendakan hearing dengan memanggil pihak-pihak terkait dan mempertemukannya bersama teman-teman suporter. Kami akan berusaha semaksimal mungkin, semoga ada solusi terbaik,” imbuh Ketua Dewan. (iz/nul)

Editor :