KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pemerintah Kota Surabaya akhirnya memutuskan sekolah tetap dilaksanakan secara daring atau virtual. Hal itu sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) hari ini, Kamis (7/1/2021).
[irp]
Plt Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengatakan, sedianya Dinas Pendidikan Surabaya siap untuk melaksanakan sekolah tatap muka. Secara prinsip, lanjut Whisnu, memang sudah tidak diperbolehkan oleh pemerintah pusat.
"Namun secara kesiapan kita siap. Nah tinggal dengan tetap sistem daring ini, kita harapkan juga tidak mengurangi kualitas anak didik kita nanti ke depan," kata Whisnu, Kamis (7/1/2021).
Whisnu juga mengatakan, saat ini untuk lebih difokuskan bagaimana pemantauan sistem pembelajaran secara daring ini juga bisa terpantau. Pemkot akan melibatkan komite sekolah di seluruh sekolah SD dan SMP, serta melibatkan orang tua.
"Para wali murid berperan aktif-lah, melihat anak didiknya ini supaya bisa lebih berkembang lebih baik, prinsipnya itu," tambahnya.
Ada berbagai pertimbangan, sehingga Pemkot Surabaya memutuskan sekolah kembali daring. Yang pertama adalah keputusan dari Pemerintah Pusat, yakni instruksi Mendagri, serta harus ada persetujuan wali murid.
"Sementara data kita memang menunjukkan bahwa persetujuan wali murid untuk siswanya atau anaknya itu ikut tatap muka itu sangat kecil," terangnya.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya, jumlah wali murid SMP yang setuju sekolah tatap muka hanya sebesar 4�ri 348 SMP. Sedangkan wali murid SD hanya sebesar 15�ri 665 SMP yang setuju sekolah tatap muka.
"Ini juga tidak memungkinkan harus kita paksa, tapi kita juga akan membuat konsep, nanti kalau misalkan sudah tidak ada intruksi pusat, proses pembelajaran tatap muka itu akan sangat fleksibel kita buat," ungkapnya.
Whisnu menambahkan, bagi memang orang tuanya setuju sekolah tatap muka, bisa tetap tatap muka juga kita siapkan sambil juga menata SDM yang ada. Paling tidak, lanjut Whisnu, kedepan juga harus ada satu step lebih baik. "Untuk proses dalam situasi pandemi ini harus kita lakukan," pungkasnya. (hen)
Editor : Redaksi