klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Gagal Terpilih, Cakades di LamonganTutup Jalan Menuju Mushola

avatar Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Mbok Cemani berdiri disebelah tumpukan batu bata putih yang dijadikan penutup jalan akses warga (Achmad Bisri/klikjatim.com)
Mbok Cemani berdiri disebelah tumpukan batu bata putih yang dijadikan penutup jalan akses warga (Achmad Bisri/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Lamongan –  Pemilihan kepala desa Wudi kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan berbuntut.  Salah satu jalan akses warga ditutup oleh calon kapala desa, Kasinu. Diduga ini akibat kekecewaan Kasinu setelah gagal memenangkan pilkades.   Jalan ditutup dengan cara menumpukan batu bata putih atau kumbung 3 lapis membentang jalan. Akibatnya, warga kesulitan menuju tempat ibadah.

[irp]

Dalam pelaksanaan Pilkades hari minggu 15 September 2019 kemarin. Kasinu yang mencalonkan diri hanya mendapatkan suara 650, sedangkan yang menang rivalnya kades incumbent Zainul Mukid meraih suara 752.

[irp]

Dengan hasil yang diperoleh, Kasinu tidak bisa menerima dengan lapang dada bahkan melakukan tindakan kurang terpuji yakni menutup akses jalan."Tumpukan batu bata itu sejak senin sore (16/9) usai Pilkades, menutup akses masuk 1 tempat ibadah Mushola dan 8 rumah," kata Mbok Cemani salah satu warga yang terdampak akses jalan ditutup. Jum'at (20/09)

[irp]

Atas tindakan yang dilakukan Kasinu, warga terdampak penutupan akses jalan merasa kecewa dan heran kenapa sampai terjadi tindakan seperti itu.

"Terus terang kami sangat menyayangkan ulah oknum warga itu, kenapa tidak komunikasi terlebih dahulu dengan kami, jangan serta merta menutup jalan yang sudah kami buat aktifitas sehari hari selama bertahun tahun," ungkapnya.

Lebih lanjut Mbok Cemani menuturkan, di akses jalan yang ditutup itu terdapat 1 mushola yang setiap hari untuk ibadah warga sekitar dan 8 rumah. Saat ini warga kalau aktifitas terpaksa harus menggunakan akses celah dua rumah warga yang notabene adalah saluran pembuangan air limbah rumah tangga.

Ditempat terpisah, Camat Sambeng Irsyad saat dikonfirmasi pihak muspika saat ini tengah bermusyawarah dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan pihak pihak terkait khususnya yang menutup dan yang terdampak.

"Karena ini harus di urai lebih jauh ke belakang, apa akses jalan masuk ini milik orang tua bersangkutan lalu di wakafkan untuk kepentingan warga, atau hanya di gunakan warga sebagai jalan yang kemudian sewaktu waktu bisa di ambil lagi oleh ahli waris," terang Irsyad.

Lebih rinci Irsyad melanjutkan, semoga saja dengan adanya rembug Desa nantinya bisa di capai hasil kesepakatan. Agar tidak merugikan satu sama lain dengan kearifan lokal di capai mufakat bersama demi tercapainya situasi wilayah yang aman tentram dan kondusif. "Semoga segera bisa diselesaikan dengan kekeluargaan, biar suasana desa bisa lebih kondusif," pungkasnya.(bis/rtn)

Editor :