klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Viral Jenazah Seberangi Sungai, Pemkab Segera Carikan Lahan Makam Baru

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Pemerintah Kecamatan Kedamean segera mencarikan lahan makam baru untuk menggantikan lokasi pemakaman warga Desa Cermen Lerek Kecamatan Kedamean yang terpisah oleh sungai anak Kali Lamong,
Pemerintah Kecamatan Kedamean segera mencarikan lahan makam baru untuk menggantikan lokasi pemakaman warga Desa Cermen Lerek Kecamatan Kedamean yang terpisah oleh sungai anak Kali Lamong,

KLIKJATIM.Com | Gresik - Beberapa jam terakhir sempat viral jenazah warga Kecamatan Kedamean yang diseberangkan warga dengan berenang saat hendak dimakamkan. Sebab, untuk menuju pemakaman harus melewati menyeberang sungai yang hingga kini belum memiliki jembatan. Pihak Kecamatan Kedamean segera mencarikan lahan makam baru agar pemakaman warga sekitar Desa Cermen Lerek tidak menyeberang sungai lagi.

[irp]

Informasi yang dihimpun, jenazah di dalam keranda yang dihanyutkan itu merupakan jenazah Kasti (71) warga Dusun Gorekan Lor, Desa Cermen Lerek, Kecamatan Kedamean. Proses pemakaman jenazah itu dilakukan pada Kamis (3/12/2020) kemarin. Proses pemakaman jenazah dengan dihanyutkan di sungai pun sempat meramaikan sosial media di Kabupaten Gresik.

Camat Kedamean Arifin menuturkan memang warga meminta dan megusulkan agar ada pembangunan jembatan untuk akses ke makam Dusun Gorekanlor.

Namun, hal itu dibatalkan karena di wilayah itu hanya ada makam. Tidak ada pemukiman warga. Selain itu, di wilayah sana bakal ada pembangunan revitalisasi Kali Lamong.

"Jadi opsi dan rencana pembangunan jembatan itu sudah tidak ada, dan pemkab melalui dinas pertanahan akan beli lahan untuk pemakaman warga Dusun Gorekanlor, namun karena mungkin saat ini ada pandemi tidak bisa dilakukan tahun ini," katanya, Jumat (4/12/2020).

Terkait nilai dan berapa luasan lahan yang bakal dibebaskan untuk keperluan makam, Camat Arifin belum bisa memberikan keterangan. Sebab, hal itu masih dalam kajian dinas pertanahan.

"Soal nilai dan luasan lahan belum, namun lebih baik memang pembelian lahan untuk makam adalah solusi yang tepat daeipada oembangian jembatan," imbuhnya.

Menurut Arifin, sebenarnya menghanyutkan jenazah ke anak sungai kali lamong tidak perlu dilakukan. Sebab, pemerintah desa setempat sudah memberikan solusi tepat.

Salah satu solusinya adalah, jika ada warga Dusun Gorekanlor yang meninggal bisa dimakamkan di Dusun Gorekankidul. Hal ini agar tidak menyebrangi sungai anak kali lamong yang jika air deras sangat membahayakan.

"Namun terkadang warga memilih untuk dimakamkan melewati sungai karena sanak keluarganya dimakamkan di sana. Memang, pemakaman di Dusun Gorekanlor ada dua, satu menyebrang anak kali lamong dulu. Dan, kalau musim hujan gini air sangat tinggi," terang dia. (mkr)

Editor :