KLIKJATIM.Com | Lamongan - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy bersama Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengunjungi beberapa sektor di Kabupaten Lamongan pada Jumat (12/1) siang hari. Kunjungan tersebut bertujuan untuk mendukung pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Lamongan.
Salah satu sektor yang dikunjungi adalah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong. Di sana, Menko PMK dan Bupati Lamongan melakukan dialog bersama nelayan untuk mendengar aspirasi dan masukan langsung dari para nelayan.
"Saya senang sekali menghadiri acara petik laut ini, karena sama halnya dengan melihat kerja keras nelayan. Saya dan Pak Bupati hadir disini untuk mendengarkan saran dan masukan langsung agar kesejahteraan nelayan semakin meningkat," tutur Menko PMK.
Baca Juga : Bupati Lamongan dan 47 Perusahaan di Lamongan Dianugerahi Penghargaan K3 2023
Bupati Lamongan, yang akrab disapa Pak Yes, menyampaikan bahwa Pemkab Lamongan juga memprioritaskan kesejahteraan nelayan bahkan dimasukkan dalam program prioritas "Lumbung Pangan Nasional".
"Dukungan kami terhadap kemajuan SDM dalam mengelola seluruh sektor memang menjadi prioritas utama. Selain memberikan pembekalan edukasi, Pemkab Lamongan juga terus mendampingi dan memberikan support berupa batuan," jelas Pak Yes.
Pemberdayaan nelayan oleh Pemkab Lamongan diwujudkan dengan pemberian bantuan BPJS ketenagakerjaan sebanyak enam belas ribu yang diserahkan kepada nelayan. Sedangkan untuk bantuan sarana dan prasarana tentu terus disalurkan kepada 17 Rukun Nelayan. Dan yang saat ini sedang diusulkan ialah cold storage, alat ini memang sangat dibutuhkan nelayan untuk menyimpan ikan agar bertahan lama.
Baca Juga : Beredar Poster Konser Wali Band di Lamongan, Diskominfo Pastikan Hoaks
Untuk mengatasi keluhan nelayan terkait BBM, Pak Yes menegaskan akan segera melakukan komunikasi dengan Dinas Kalautan dan Perikanan Lamongan, utamanya dalam membantu menangani surat rekomendasi pembelian BBM.
Selain TPI Brondong, Menko PMK dan Bupati Lamongan juga mengunjungi KUD Minatani Kecamatan Brondong. Koperasi yang sudah beroperasi sejal 1994 ini berhasil melakukan manajemen kerjasama dengan Pemkab Lamongan. Efektifitas kinerja KUD Minatani juga berkontribusi dalam pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Lamongan.
Pak Menko PMK meminta kepada KUD Minatani agar bersinergi dengan Pemkab Lamongan tidak hanya dalam hal ekonomi. Melainkan membantu pemerataan penggunaan jaminan kesehatan untuk masyarakat agar meningkatkan nilai universal health coverage (UHC) Lamongan dan kesejahteraan masyarakat tentunya.
Baca Juga : Peduli Kelola Sampah, Warga Lamongan Belajar Kelola Sampah di Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo.
"Di Kabupaten Lamongan komitmen untuk sejahterakan masyarakat sudah sangat bagus. Salah satunya memberikan jaminan kesehatan, semoga kerjasama Pemkab dengan KUD Minatani bisa meluas tidak hanya dibidang ekonomi saja. Melainkan bisa meningkatkan angga UHC Kabupaten Lamongan sehingga capai angka 99%," pinta Pak Menko PMK.
Kunjungan terakhir dilakukan di sektor pendidikan, yakni di 2 pondok pesantren (Ponpes Karangasem Muhammadiyah Paciran dan Ponpes Modern Muhammadiyah Paciran). Yangmana bertujuan untuk menguatkan pemberdayaan SDM di pondok pesantren terutama dalam hal ekonomi.
"Saya mendengar kabar tentang perkembangan ponpes ini, ada beberapa hal yang harus kita rencanakan. Yang bertujuan untuk kemandirian ponpes itu sendiri. Kegiatan tersebut dapat kita sebut dengan mejelis ekonomi, yangmana selain dapat menciptakan kemandirian ponpes juga bisa bekerjasama dengan UKM dalam memasarkan produknya serta dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan dengan harga yang lebih murah," tutur Pak Menko PMK saat mengunjungi Ponpes Karangasem Muhammadiyah Paciran.
Baca Juga : Cegah Keluarga Miskin Baru, Menko PMK Berharap PHK Jadi Jalan Terakhir
Untuk mewujudkan majelis ekonomi, Pak Menko PMK mengajak para santri untuk mulai mengembangkan potensi mulai di bangku sekolah.
Tentu hal tersebut sesuai dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Wujud realisasi dari komitmen Kota Soto untuk memajukan SDM dapat dilihat dari indeks pembangunan manusia (IPM) tahun 2023 menempati angka 75,02, yangmana lebih unggul dari rata-rata Provinsi Jawa Timur dan Nasional. (yud)
Editor : Rozy