klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Warga Keluhkan Pungli Parkir di CFD Bojonegoro, Pengawasan Dishub Dipertanyakan

avatar M Nur Afifullah
  • URL berhasil dicopy
FOTO: Lokasi parkir CFD di depan kantor Bakesbangpol Bojonegoro. (Afifullah/Klikjatim.com)
FOTO: Lokasi parkir CFD di depan kantor Bakesbangpol Bojonegoro. (Afifullah/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di kawasan Alun-alun Bojonegoro yang seharusnya menjadi tempat rekreasi nyaman, kini dikeluhkan warga. Pasalnya, sejumlah pengunjung mensinyalir adanya praktik pungutan liar (pungli) parkir yang dilakukan oleh oknum juru parkir liar.

Dugaan pungli ini mencuat saat petugas resmi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro sudah tidak terlihat lagi berjaga di lokasi, sehingga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menarik biaya parkir kepada masyarakat.

Salah satu pengunjung CFD, Zahro (28), menceritakan pengalamannya saat dimintai uang parkir setelah petugas Dishub meninggalkan area sekitar pukul 08.25 WIB. Ia merasa heran karena sebelumnya, saat petugas resmi masih berjaga, tidak ada pungutan biaya apa pun.

“Waktu datang masih ada petugas Dishub dan tidak ada pungutan. Tapi setelah mereka pergi sekitar jam 08.25, tiba-tiba ada yang ngatur parkir dan bilang bayar. Kita bingung ini resmi atau tidak,” ujar Zahro kepada Klikjatim.com, Minggu (28/12/2025).

Zahro sempat melakukan penolakan karena merasa tidak ada kejelasan aturan maupun karcis resmi yang diberikan. Selain itu, ia merujuk pada kebijakan bahwa kendaraan dengan pelat nomor lokal (S) seharusnya mendapatkan fasilitas tertentu atau gratis di titik-titik yang dikelola pemerintah.

“Saya menolak bayar karena setahu saya kendaraan ber-pelat S itu gratis, apalagi tidak ada petugas resmi di situ. Oknum itu sempat melotot, seperti tidak terima,” ungkapnya dengan nada kecewa. 

Keresahan senada juga disampaikan oleh Arif, pengunjung lainnya. Ia menyayangkan adanya celah pengawasan yang dimanfaatkan oknum untuk mencari keuntungan pribadi, yang pada akhirnya mencoreng kenyamanan masyarakat saat berolahraga dan berekreasi.

“CFD itu tempatnya rekreasi keluarga dan olahraga. Kalau dimintai bayar tanpa kejelasan ya tidak nyaman. Harus ada tindakan tegas dari instansi terkait,” tegas Arif.

Ketidakhadiran petugas hingga CFD benar-benar usai memicu pertanyaan besar dari publik mengenai efektivitas pengawasan Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro di lapangan.

Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, Aan Syahabana. Namun, pesan singkat yang dikirimkan melalui WhatsApp belum mendapatkan tanggapan atau penjelasan resmi terkait dugaan pungli parkir tersebut.

Editor :