150 TKA Cina Dipulangkan ke Negaranya * Empat Gagal Pulang Karena Sakit dan Menolak

Reporter : Abdus Syukur - klikjatim.com

Proses pemeriksaan dokumen keimigrasian dalam pemulangan TKA asal Cina di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi.

KLIKJATIM.Com | Jember – Kantor Imigasi Jember memulangkan 150 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China. Mereka adalah pekerja pabrik semen di Kecamatan Puger yang sudah habis izin kerjanya di Indonesia. Proses pemulangan sempat berjalan alot, karena sejumlah TKA menghindari pemulangan dengan bersembunyi saat dijemput petugas Imigrasi.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Gresik Moch Qosim Buka Diklatpim IV 2021 Secara Virtual

Pemulangan 150 TKA Cina dilakukan melalui Bandara Blimbingsari Banyuwangi. Sebelumnya mereka diangkut menggunakan bus dari pabrik semen di Kecamatan Puger Jember.

Kepala Kantor Imigrasi Jember, Kartana menjelaskan, pemulangan dilakukan karena tinggalnya sudah habis. Meski demikia, ada juga yang belum habis tapi memang ingin kembali ke negaranya.

Ratusan TKA asal China ini sebelumnya bekerja di PT Sinoma Engineering, Jember. Perusahaan itu memiliki pabrik yang berlokasi di Kecamatan Puger dan bergerak dalam bidang produksi semen. “Sebenarnya izin tinggal TKA ini sudah habis cukup lama. Tapi mereka mau pulang nggak bisa, karena penerbangan ke China tutup akibat wabah Corona,” jelas Kartana.

Dijelaskan, setelah penerbangan ke China dibuka kembali, akhirnya mereka berangkat. Mereka pulang dengan penerbangan repatriasi. Bahkan ada yang izin tinggalnya belum habis tapi ikut karena ingin pulang. Selama ini mereka menunggu di tempat kerjanya.

BACA JUGA :  Ribuan Petasan Diamankan Satuan Sahbara Polres Ponorogo

Menariknya, saat 150 pemulangan TKA ini, 4 orang di antaranya gagal dipulangkan. Penyebabnya, 3 orang hasil cek kesehatannya belum turun dan 1 orang karena ngambek. “Saya sudah mendapat konfirmasi dari pihak Bandara di Banyuwangi ada 4 orang gagal berangkat. Tiga orang karena hasil cek kesehatannya belum turun, dan satu orang lagi katanya ngambek. Saya tidak tahu ngambek karena apa,” kata Kepala Imigrasi Jember.

Ditanya mengenai prosedur cek kesehatan di Bandara, Kartana mengaku tidak tahu. Karena hal itu menjadi otoritas pihak Bandara. “Prosedur cek kesehatan saya tidak tahu karena itu bukan otoritas saya, tapi pihak Bandara yang memiliki kewenangan,” katanya.

Karena gagal berangkat, 4 orang TKA asal China tersebut dikembalikan ke tempat kerjanya di Jember. Selama ini mereka bersama 146 TKA asal China lainnya bekerja di sebuah pabrik semen yang ada di Kecamatan Puger.

“Tiga orang yang hasil cek kesehatannya belum turun berarti ya harus menunggu hasilnya. Sedangkan yang ngambek ya mungkin biar pihak perusahaan yang membujuk,” kata Kartana. (hen)