klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Garda Bangsa Gresik Mantapkan Konsolidasi, Siap Jadi Estafet Masa Depan PKB

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Rakor dan konsolidasi kader Garda Bangsa Gresik (Dok)
Rakor dan konsolidasi kader Garda Bangsa Gresik (Dok)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Garda Bangsa) Kabupaten Gresik menggelar rapat koordinasi (Rakor) dan konsolidasi organisasi, Minggu (24/8/2025).

Agenda ini digelar untuk mempercepat restrukturisasi kepengurusan hingga tingkat ranting (desa) sekaligus menguatkan partisipasi politik pemuda.

Kegiatan yang berlangsung di salah satu gedung pertemuan di Gresik itu dihadiri sejumlah tokoh penting. Hadir Ketua DPC PKB Gresik Much Abdul Qodir, Sekretaris DPC PKB Gresik Imron Rosyadi. Adapun Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Timur Fauzan Fuadi, serta Ketua DPRD Gresik Muhammad Syahrul Munir menjadi pembicara seminar dalam kesempatan tersebut.

Ketua DKC Garda Bangsa Gresik Pondra Priyo Utomo melaporkan, saat ini seluruh kepengurusan tingkat kecamatan (DKAC) sudah terbentuk. Sementara kepengurusan tingkat ranting (desa) telah mencapai separuh dan terus berjalan.

“Secara keseluruhan, pengurus mulai dari tingkat cabang, kecamatan hingga ranting akan berjumlah 1.942 kader. Angka ini bukan sekadar di atas kertas, tetapi mereka akan bekerja nyata membina pemuda di Gresik,” ungkap Pondra.

Ia menegaskan, Garda Bangsa adalah ruang kaderisasi politik yang diproyeksikan menjadi estafet kepemimpinan PKB di masa depan. Melalui berbagai program, organisasi sayap pemuda PKB itu akan menyentuh komunitas pemuda di Gresik dengan pendekatan kreatif.

“Usai seminar ini, kami melanjutkan rapat kerja cabang untuk menelurkan program kaderisasi dan kegiatan luar yang menarik bagi anak muda, agar mereka tertarik belajar politik bersama Garda Bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Gresik Much Abdul Qodir memberikan apresiasi atas langkah cepat Garda Bangsa dalam melakukan konsolidasi. Ia berpesan agar organisasi pemuda ini tidak hanya fokus pada mobilisasi politik, melainkan juga hadir memberikan solusi bagi masalah sosial kepemudaan.

“Masalah seperti narkoba dan miras masih menghantui anak-anak muda kita. Garda Bangsa harus turun melakukan pembinaan, bukan hanya bicara politik elektoral,” tegas Qodir.

Baca juga: Garda Bangsa Gresik Dorong Keterlibatan Pemuda dalam Politik dan Perumusan Kebijakan
Ia juga mengingatkan kader Garda Bangsa untuk tidak larut dalam perebutan jabatan. Menurutnya, perjuangan politik tidak harus berakhir di kursi legislatif maupun eksekutif.

“Banyak ruang sosial dan ekonomi yang bisa diisi kader Garda Bangsa. Kuota jabatan politik itu terbatas, tapi ruang pengabdian sosial sangat luas,” pesannya.

Senada dengan itu, Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim Fauzan Fuadi menyebut Garda Bangsa tidak berlebihan jika disebut sebagai masa depan PKB. Ia mencontohkan sejumlah tokoh besar partai yang lahir dari organisasi ini, seperti Hanif Dzakiri dan Cucun Syamsul Rizal.

Menurut Fauzan, kaderisasi harus diarahkan tidak hanya pada politik elektoral, melainkan juga penguatan sosial dan ekonomi yang lebih dekat dengan kebutuhan pemuda.

“Garda Bangsa Gresik harus masuk ke segmen baru, seperti komunitas olahraga, Serikat Pekerja, hingga komunitas warung kopi. Tidak harus selalu dengan jargon politik, tapi pendekatan sosial yang lebih membumi,” katanya.

Hal tersebut penting dilakukan untuk mengembangkan jangkauan simpatisan PKB, sehingga tidak hanya mengandalkan basis masa organik atau tradisional yang selama ini menjadi basis politik PKB.

"Saya pikir untuk ekspansi ke kelompok-kelompok hobi, olahraga, dan sebagainya itu tidak harus selalu berbiaya mahal. Adalah kebanggaan tersendiri bila Garda Bangsa mampu menjangkau kelompok baru, seperti Serikat Pekerja, syukur-syukur ada tokoh serikat pekerja yang masuk PKB melalui Garda Bangsa," imbuhnya.

Adapun Ketua DPRD Gresik M. Syahrul Munir mengajak Garda Bangsa menjadi kanal aspirasi pemuda. Ia menegaskan DPRD terbuka terhadap masukan dari kalangan muda, baik terkait persoalan sosial maupun pembangunan daerah.

“Keterlibatan pemuda jangan hanya sebatas politik elektoral. Saya berharap Garda Bangsa juga aktif dalam program pemerintah, pembahasan kebijakan, hingga anggaran, agar dapat memberikan solusi yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan konsolidasi yang semakin kuat, Garda Bangsa Gresik optimistis menjadi wadah kaderisasi dan pengabdian pemuda yang bukan hanya mengawal masa depan PKB, tetapi juga berkontribusi pada kemajuan daerah. (qom)

Editor :