KLIKJATIM.Com | Gresik - Polres Gresik dan Bank Rakyat Indonesia memperkuat komitmen layanan publik yang adil dan inklusif melalui kerja sama penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) Golongan D Ramah Disabilitas.
Kolaborasi lintas institusi ini resmi digelar di Kantor Satpas Satlantas Polres Gresik, Jalan Randuagung, Kebomas, Kamis (22/01) dan dihadiri langsung oleh AKBP Ramadhan Nasution, Kapolres Gresik, didampingi Kasatlantas Gresik.
Kerja sama itu turut dihadiri perwakilan dari BRI, yakni Area Head Gresik Ayub Burhan dan Pemimpin Cabang BRI Gresik Dudung Hardiman, yang menunjukkan sinergi kuat antara aparat kepolisian dan sektor perbankan dalam mendorong layanan masyarakat yang tidak hanya cepat, tetapi juga menempatkan inclusivity sebagai prioritas.
Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar administratif, melainkan bagian dari tanggung jawab negara untuk memastikan semua warga, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan akses layanan publik yang setara.
“Pelayanan SIM D ini kami hadirkan agar saudara-saudara penyandang disabilitas dapat berkendara secara legal, aman, dan bertanggung jawab. Ini bentuk konkretnya kami dalam menegakkan hak warga negara tanpa diskriminasi,” ujarnya.
Kolaborasi tersebut mencakup dukungan fasilitasi pembiayaan mulai dari tes psikologi, pemeriksaan kesehatan, hingga pembayaran PNBP SIM D, yang difasilitasi langsung oleh BRI kepada para peserta. Tidak hanya itu, BRI juga memberikan helm gratis sebagai bentuk perhatian terhadap keselamatan berkendara.
Sementara itu, Ayub Burhan, Area Head BRI Gresik, menyampaikan bahwa keterlibatan BRI dalam program ini merupakan wujud nyata peran corporate social responsibility yang lebih luas, yaitu memastikan inklusi keuangan dan sosial berjalan seiring dengan dukungan terhadap hak-hak dasar masyarakat.
“BRI hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai mitra pembangunan yang peduli pada segala segmen masyarakat,” tuturnya.
Pendekatan kolaboratif ini disambut positif oleh berbagai pihak, termasuk Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Gresik, yang melihat program ini sebagai terobosan penting dalam meningkatkan mobilitas dan kemandirian penyandang disabilitas di daerah. (
Editor : Wahyudi