Begini Kriteria Produk Olahan UMKM Yang Bisa Dijual di Indomaret

Reporter : Abdul Aziz Qomar - klikjatim.com

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi saat mnenghadiri kegiatan UMKM bersama Indormart

KLIKJATIM.Com | Lamongan – Tak Kurang dari 16 produk olahan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Disperindag Lamongan berhasil menembus retail modern setelah difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Lamongan dengan menjalin kerjasama dengan PT Indomarco Prismatama yang mengelola Retail Indomaret.

BACA JUGA :  Trailer‌ ‌Galaxy‌ ‌Movie‌ ‌Studio‌ ‌Sudah‌ ‌Tayang!‌ ‌Simak‌ ‌Epiknya‌ ‌Bikin‌ ‌Film‌ ‌Pakai‌ ‌ Galaxy‌ ‌S21‌ ‌Ultra‌ ‌5G‌

Namun untuk menjadi mitra bisnis PT.Indomarco Prismatama (Indomaret) tidaklah mudah. Karena produk UMKM Lamongan harus memenuhi beberapa kriteria dan standar kualitas yang ditentukan oleh Indomaret.

Branch Manager PT. Indomarco Prismatama Cabang Gresik Veronica Gratiawati menuturkan, ada 6 kriteria yang harus dipenuhi produk UMKM agar bisa masuk dan dijual di gerai Indomaret.

“Pertama pelaku UMKM tersebut masuk dalam paguyuban UMKM Lamongan dan didaftarkan ke Disperindag, memiliki sertifikat halal, mencantumkan tanggal kadaluarsa atau expired date, memiliki PIRT, dalam produk tersebut terdapat komposisi dan gramasi serta yang terakhir harus uji kemasan,” Beber Veronica, Kamis (20/05/2021).

Disebutkan Veronica, dari 50 produk UMKM yang diseleksi, hanya 16 yang memenuhi kriteria. Produk itu antara lain Bu Bintang Kerupuk Terasi, Jajanan Ibu Kembang Goyang, Jajanan Ibu Kuping Gajah, Jajanan Ibu Pastel Mungil, Twinfood Jackfruit Coffee, AN-Nur Kopi Rempah, AN-Nur Wedang Pokak, Kirana Teri Krezz dan Jajanan Ibu Kerupuk Ikan Tengiri.

“Lalu ada Snackchat Akar Kelapa, Baloon Ladu Sing Cemilan Kekinian, Snackchat Gapit Ketan Rasa Bawang, 2R Ting Ting Kacang Original, 2R Keripik Singkong Ayam Panggang, Jozz Emping Melinjo dan Palupi Soes Kering Original,” rincinya.

Veronica menyebut, produk UMKM lokal Lamongan memiliki peluang besar untuk masuk menjadi mitra bisnis Indomart meski saat ini masih 30 persen. Pasalnya PT Indomarco Prismatama secara berkala menyelenggarakan seminar dan kurasi bagi pelaku UMKM.

“Kami akan membuka info bagi UMKM semacam seminar dan kurasi. Jadi bagi yang produknya sudah masuk atau belum, bisa ikut pada bulan Juni 2021 di Pendopo Lokatantra Lamongan,” tuturnya.

Pihaknya optimistis bahwa produk UMKM lokal Lamongan akan bisa bersaing dengan produk-produk yang sudah masuk lebih di Indomart. “Dari kemasannya saya yakin bisa bersaing. Yang terpenting flownya bisa mengikuti pasaran. Jadi jangan sampai nanti ada permintaan tinggi stok produk nggak ada,” ungkap Veronica disela acara launching 16 produk UMKM Lamongan masuk Indomaret bersama Bupati Yuhronur Efendi.

Sebelumya, penjajakan kerjasama dengan Indomaret telah dilakukan oleh Disperindag Lamongan tak lama usai Bupati Yuhronur dan Wabup Abdul Rouf dilantik. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamongan, Muhammad Zamroni mengungkapkan, produk UMKM Lamongan akhirnya bisa masuk ke Alfamart dan Indomaret setelah adanya instruksi Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.

“Sebenarnya sudah ada ikatan bahwa toko modern yang berdiri di Lamongan harus menyiapkan space untuk produk Lamongan, tapi kemarin memang ada kendala regulasi dan sebagainya,” kata Zamroni beberapa waktu yang lalu. (rtn)