ASTAGA …. Sekeluarga Bapak Ibu Anak di Bojonegoro Tewas Karena Tersengat Listrik Jebakan Tikus

Reporter : M Nur Afifullah - klikjatim.com

Keempat korban meninggal tersengat listrik di Kecamatan Kanor, dievakuasi oleh warga ke rumah sakit.

KLIKJATIM.Com | Bojonegoro – Sudah berulangkali terjadi namun tetap terjadi, jebakan tikus dengan strum memakan korban. Seperti yang terjadi di Bojonegoro ini, empat orang dalam satu keluarga bapak ibu dan anak, tewas mengenaskan gara-gara jebakan listrik di tepi sawah.

Diketahui satu keluarga tersebut yaitu, Parno (suami) dan Riswati (istri) Jayadi (anak) dan Arifin (anak), warga Desa Tambakrejo Kecamatan Kanor Bojonegoro tewas karena jebakan tikus listrik. Mereka meninggal di sawah secara bergantian hingga akhirnya satu keluarga meninggal karena tersengat strum, Minggu (11/10/2020).

BACA JUGA :  Pasien Gresik dan Banyuwangi Sembuh, Total Ada 46

Dari data yang dihimpun, saat itu Parno dan Riswati serta Jayadi bermaksud mengairi dan menyirami tanaman cabe di kebun hingga larut malam. Kemudian sang istri pulang ke rumah sekitar pukul 22.00 WIB Minggu (12/10/2020) malam. Selanjutnya, anaknya yang bernama Arifin kemudian menyusul di kebun hingga pagi.

Di kebun, Parno tidak sengaja menginjak kabel beraliran listrik untuk jebakan tikus. Saat itu Parno berusaha melepaskan diri dari sengatan listrik namun gagal. Melihat bapaknya tak berdaya, Arifin anaknya berusaha membantu. Namun Arifin tidak sadar jika bapaknya menggelepar karena tubuhnya tersengat listrik.

Saat tangan Arifin menyentuh tubuh bapaknya, dia ikut tersengat dan tergeletak. Ini juga dialami oleh Jayadi, anak korban juga tidak menyadari bahaya dengan ikut membantu kakak dan bapaknya. Lagi-lagi Jayadi ikut tersengat hingga meregang nyawa di lokasi kejadian.

Melihat suami dan kedua anaknya belum pulang, sang istri kembali di kebun dan melihat sudah tergeletak. Lalu sang istri berusaha menolong hingga mengakibatkan dirinya juga ikut terkena jebakan tikus listrik.

Kondisi korban ketika pertama kali ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di tepi sawah.

Diketahui juga dari keterangan warga, sekitar pukul 04.00, ada yang mendengar teriakan warga dari perkebunan cabe. Ketika warga menuju lokasi tersebut, warga sudah mengetahui empat orang sudah tergeletak meninggal dunia. Namun warga menyadari ada kabel beraliran listrik yang ada di sekitar lokasi penemuan korban.

Warga lantas mematikan aliran listrik dan menolong keempat korban yang sudah tak bernyawa. Hal itu di benarkan oleh Kapolsek Kanor Kapolsek Kanor Iptu Hadi Waluyo. Menurutnya keempat korban pada Minggu malam sekitar pukul 20:00 WIB pergi ke sawah bermaksud mematikan melihat mesin diesel yang digunakan mengairi tanaman lombok di sawahnya.

“Pada saat sampai di lokasi keduanya diduga tidak tahu jika ada kawat yang sedang roboh di sawahnya. Kawat itu beraliran listrik tegangan tinggi, sehingga orang tuanya menyentuh dan tersengat listrik. Kemudian anaknya bermaksud untuk menolong tetapi ikut tersengat listrik juga,” ujar Kapolsek Kanor.

Dijelaskan, sawah korban sebetulnya tidak dialiri listrik untuk jebakan tikus. Listrik yang menyegat para korban itu milik tetangganya yang digunakan untuk menjebak tikus di tanaman kangkung yang berada tak jauh dari sawah korban.

Warga sekitar menyaksikan proses evakuasi korban sengatan listrik.

“Jadi tiang listrik milik tetangganya ini roboh di sawah korban, kemudian korban tidak tahu dan tersengat. Kita sudah amankan beberapa barang bukti seperti kawat, tiang dan lampu LED,” katanya.

Polsek Kanor dan Tim Inafis Polres Bojonegoro sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta memeriksa jaringan kabel dari rumah yang mengalirkan listrik ke sawah. Sedangkan empat korban itu saat ini masih dalam proses pemakaman. (bro)