klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

SGN Perkuat Budidaya Tebu Lewat Program Bongkar Ratoon di Kudus

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Tanam perdana bongkar ratoon tebu di Kabupaten Kudus. (Dok/SGN)
Tanam perdana bongkar ratoon tebu di Kabupaten Kudus. (Dok/SGN)

KLIKJATIM.Com | Kudus – PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) melalui Pabrik Gula (PG) Rendeng terus mendorong peningkatan produktivitas tebu dengan menjalankan program tanam bongkar ratoon di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Program ini dilakukan untuk meremajakan tanaman tebu yang produktivitasnya menurun sekaligus memperkuat pasokan bahan baku industri gula.

Kegiatan tanam perdana program bongkar ratoon tersebut dilaksanakan pada 8 Oktober 2026. Kegiatan ini dihadiri Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Heru Tri Widarto dan Direktur Utama PT SGN Mahmudi.

Program bongkar ratoon merupakan upaya peremajaan tanaman tebu dengan mengganti tanaman lama yang mengalami penurunan produktivitas setelah beberapa kali panen melalui sistem keprasan atau ratoon. Dengan peremajaan tersebut, tanaman diharapkan tumbuh lebih optimal dan mampu menghasilkan tebu dengan produktivitas yang lebih baik.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Heru Tri Widarto mengatakan, peningkatan produktivitas tebu perlu dimulai dari kondisi tanaman yang sehat dan penerapan teknik budidaya yang tepat.

“Peningkatan produktivitas harus dimulai dari tanaman yang sehat dan pengelolaan budidaya yang baik. Bongkar ratoon menjadi salah satu upaya untuk memperbaiki kondisi tanaman dan meningkatkan hasil,” ujar Heru.

Ia menegaskan, sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani diperlukan agar program peremajaan tanaman dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak terhadap produksi tebu nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PT SGN Mahmudi menyampaikan, perusahaan berkomitmen meningkatkan produktivitas tebu melalui pembenahan sektor budidaya serta penguatan kemitraan dengan petani.

“Bongkar ratoon menjadi bagian penting dalam upaya SGN meningkatkan produktivitas tebu. Kami ingin memastikan peremajaan tanaman dilakukan secara konsisten dan memberikan dampak terhadap hasil produksi. Pada saat yang sama, kemitraan dengan petani terus kami perkuat karena peningkatan produktivitas tebu merupakan kerja bersama,” kata Mahmudi.

Sebagai salah satu unit kerja SGN, PG Rendeng berperan dalam mendukung pengembangan budidaya tebu di wilayah Kudus dan sekitarnya. Pelaksanaan program bongkar ratoon diharapkan dapat memperbaiki kualitas tanaman sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku untuk proses produksi gula.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi SGN memperkuat industri gula dari sektor hulu. Selain peremajaan tanaman, peningkatan produktivitas lahan dan penguatan hubungan kemitraan dengan petani menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan produksi.

Melalui kolaborasi dengan pemerintah dan petani, SGN berupaya mendorong budidaya tebu yang lebih produktif. Program bongkar ratoon di Kudus diharapkan turut memperkuat fondasi produksi gula nasional dan mendukung target swasembada gula Indonesia.

Tentang PT Sinergi Gula Nusantara

PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), yang dikenal dengan nama Sugar Co, merupakan subholding gula PT Perkebunan Nusantara III (Persero) yang bergerak di bidang agroindustri komoditas gula.

Perusahaan didirikan pada 17 Agustus 2021 sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis gula di lingkungan PTPN Group. SGN juga menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diarahkan untuk mendukung pencapaian swasembada gula nasional.

Dalam menjalankan usahanya, SGN mengonsolidasikan pabrik-pabrik gula yang tersebar di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Perusahaan menjalankan transformasi bisnis, mulai dari pengolahan tebu (off farm), kemitraan budidaya perkebunan (on farm), hingga upaya meningkatkan kesejahteraan petani tebu rakyat.

Editor :