KLIKJATIM.Com | Bantul - bersama Anak Perusahaan (ANPER) terus memperkuat dukungan terhadap pengembangan tebu rakyat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Tahun 2026. Salah satunya diwujudkan melalui pembangunan jalan untuk mendukung akses menuju areal tebu petani di Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung program pemerintah untuk mempercepat Swasembada Gula Nasional sekaligus memperkuat ekosistem tebu rakyat agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pembangunan jalan diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas petani menuju lahan tebu, sehingga mobilitas dan aktivitas usaha tani dapat dilakukan dengan lebih mudah dan optimal. Infrastruktur yang lebih memadai juga diharapkan dapat mendorong minat petani untuk mengembangkan tanaman tebu sekaligus memperluas areal pertanaman tebu di wilayah Bantul.
Ketua Gapoktan PATRI, Suripto, mengapresiasi dukungan pembangunan infrastruktur tersebut. Ia menilai ketersediaan akses jalan menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang aktivitas usaha tani dan pengembangan tebu rakyat.
“Kami sangat mengapresiasi adanya dukungan pembangunan jalan untuk akses menuju areal tebu petani di Selopamioro. Infrastruktur yang memadai tentu sangat membantu kegiatan usaha tani. Dengan kondisi jalan yang lebih baik, kami berharap aktivitas petani menjadi lebih mudah dan semakin banyak petani tertarik untuk mengembangkan tanaman tebu. Kami juga berharap sinergi seperti ini dapat terus berlanjut sehingga memberikan manfaat nyata bagi petani dan mendukung pengembangan tebu rakyat di Bantul,” ujar Suripto.
Dukungan terhadap pengembangan areal tebu juga disampaikan Kepala Bagian Tanaman PT PG Rajawali I, Anak Perusahaan PT SGN, Amin Kuncoro. Menurutnya, pembangunan akses jalan menjadi salah satu faktor pendukung dalam pengembangan areal tebu dan kelancaran aktivitas budidaya.
“Dari sisi tanaman, pembangunan akses jalan ini menjadi dukungan positif bagi pengembangan areal tebu. Infrastruktur yang memadai akan membantu akses menuju lahan serta mendukung kelancaran aktivitas budidaya dan pengelolaan areal tebu. Kami berharap pengembangan areal ini dapat mendorong peningkatan pasokan tebu ke PG Madu Baru, sehingga turut mendukung keberlanjutan operasional pabrik sekaligus memperkuat ekosistem tebu rakyat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta,” ujar Amin.
Pembangunan jalan tersebut mencerminkan sinergi antara perusahaan, petani, pemerintah, dan para pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan tebu rakyat. Peningkatan akses menuju lahan diharapkan dapat membuka ruang bagi pengembangan areal pertanaman sekaligus mendukung kelancaran kegiatan usaha tani.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem tebu rakyat secara berkelanjutan menuju Swasembada Gula Nasional, 2 Oktober 2026.
Sekretaris Perusahaan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Yunianta, mengatakan penguatan infrastruktur dan dukungan kepada petani merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem tebu rakyat yang berkelanjutan.
“Program TJSL ini merupakan bagian dari komitmen PT SGN untuk turut memperkuat ekosistem tebu rakyat secara berkelanjutan. Pengembangan industri gula membutuhkan kolaborasi antara perusahaan, petani, pemerintah, dan seluruh stakeholder. Melalui dukungan infrastruktur seperti pembangunan jalan ini, kami berharap akses petani menuju areal tebu semakin baik, pengembangan areal dapat terus dilakukan, dan pada akhirnya turut berkontribusi terhadap percepatan Swasembada Gula Nasional,” ujar Yunianta.
Program pembangunan jalan di Desa Selopamioro menjadi salah satu bentuk dukungan PT SGN dalam memperkuat ekosistem tebu rakyat di wilayah kerja perusahaan. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, dukungan kepada petani diharapkan dapat terus ditingkatkan untuk mendorong pertumbuhan areal tebu, mendukung keberlanjutan pasokan bahan baku industri gula, serta berkontribusi pada upaya mewujudkan Swasembada Gula Nasional.
Editor : Wahyudi