Warga Pucangsari Protes, Proyek Pavingisasi Tak Transparan

Reporter : Wahyudi
Warga Dusun Pucangan tunjukan prasasti proyek pavingisasi tahun 2018

KLIKJATIM.Com I Pasuruan - Warga Dusun Pucangan, Desa Pucangsari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan protes proyek pavingisasi yang ada di lingkungan setempat. Pasalnya, nilai proyek yang tertera dalam prasasti lebih besar dengan rancangan anggaran yang telah ditetapkan.

Pada prasasti tercantum Rp 40.216.000. Sedangkan kebutuhan riil dalam anggaran sebenarnya Rp 28 juta.

Baca juga: AZKO Buka Gerai di Kota Pasuruan, Tawarkan 52 Brand Ternama

Jumali (34) warga setempat menduga ada permainan yang dilakukan oleh oknum perangkat desa. Sehingga penggunaan anggaran Dana Desa (DD) sebagai sumber proyek ini dinilai tidak transparan.

"Kami tanya sepintas larinya anggaran dana desa kemana tentang prasasti pembangunan proyek pavingisasi tahun 2018 tersebut, namun pihak oknum perangkat desa tersebut jawabnya tidak tau," kata Jumali, Rabu (31/7/2019).

[irp]Jumali lantas mempertanyakan selisir Rp12 juta. Warga sempat klarifikasi ke oknum perangkat desa, bahwa prasasti tertulis nominal tersebut merupakan kesalahan tulis dan tulisanya sendiri-sendiri. "Ini kan aneh, larinya kemana," ujarnya dengan nada tanya.

Baca juga: Dua Residivis Curanmor Diringkus Satreskrim Polres Pasuruan Kota

Pihaknya juga sempat meminta Kades dan Sekdes agar dibukakan Rancangan Anggaran Belanja (RAB) terkait proyek tersebut. Namun tidak mau dan alasanya menunggu persetujuan camat.

"Padahal niatan kami baik supaya masyarakat tau dan tidak terjadi kesalah pahaman," lanjutnya.

[irp]Dia juga menambahkan, jika oknum perangkat desa tersebut menutup-nutupi informasi, maka akan dilaporkan ke komisi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan diteruskan ke instansi terkait.

Baca juga: Polres Pasuruan Bongkar Oplosan LPG 3 Kg ke 12 Kg, Dua Tersangka Raup Rp24 Juta per Bulan

"Sebenarnya pembangunan proyek pavingisasi ini memiliki volume 18 x 2m senilai," terangnya.

Secara terpisah, Camat Purwodadi, Wardoyo saat dikonfirmasi pewarta melalui telepon mengatakan, pihaknya akan mendalami kebenaran terkait protes warga terlebih dahulu. "Kami juga akan kroscek pekerjaan tersebut ke lokasi. Selanjutnya kami akan panggil pihak Kepala Desa setempat," singkatnya. (mat/rtn)

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru