KLIKJATIM.Com | Gresik - Ahmad Farid (46) asal Desa Tanjung Widoro Mengare, Gresik setelah ditemukan jasadnya di Begawan Solo ternyata akibat menganggur lima bulan meloncat dari jembatan Sembayat Manyar, Gresik.
[irp]
Baca juga: Residivis di Panceng Gresik Ditangkap Edarkan Sabu, Polisi Ungkap Uangnya Berasal dari Judi Online
Hal tersebut dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Manyar Ipda Ikhwan saat memeriksa keluarga korban. "Memang benar dari istrinya Khariroh asal Desa Tanjung Widoro RT 12 RW 06 Kecamatan Bungah, Gresik. Dari keterangan saksi tidak ada masalah, hanya lama menganggur lima bulan," katanya saat ditemui di Ruang Jenazah Ibnu Sina.
Dan jasad korban diterapkan sesuai SOP biasa, tidak menggunakan standan protokol Covid-19. "Informasinya jenazah dipulangkan sesuai SOP seperti biasanya," ujar Ikhwan
Berdasarakan data yang dihimpun, pria yang indekos di Kecamatan Bungah ini juga mempunyai riwayat penyakit dalam berdarkan dignosa dokter. Sementara istrinya dirawat di Rumah Sakit.
Baca juga: Propam Periksa Dua Oknum Polisi di Gresik Terkait Dugaan Pemerasan Warga
"Kami tidak berani mengatakan riwayat penyakit yang dialami oleh Ahmad Farid," singkat Kepala Puskesmas Bungah dr. Setroyini saat dikonfirmasi oleh Klikjatim.com.
[irp]
Baca juga: Oknum Polres Gresik Nyaris Dihakimi Massa Karena Lakukan Pemerasan Berkedok Judol
Sebelumnya, pria yang bunuh diri di Jembatan Sembayat ditemukan tim SAR BPBD Kabupaten Gresik, Sabtu (25/7/2020) pagi. Jasad Ahmad Farid (46) asal Desa Tanjung Widoro Mengare, Gresik ditemukan sekitar 200 meter dari tempat dia tercebur di Bengawan Solo. Korban yang meloncat diduga bunuh diri depresi sudah ditemukan sekitar pukul 11.30 Wib tepatnya di Daerah Nongkokerep Bungah
Pada Jumat (24/7/2020) sekitar pukul 09.30 wib korban berhenti di tengah jembatan sembayat yang baru. Selanjutnya korban berhenti lalu meloncat ke sungai Bengawan Solo. (mkr)
Editor : Redaksi