Melawan Polisi, Dua Maling Motor Gresik Dilubangi Betisnya

klikjatim.com
Kedua pelaku maling motor saat di Mapolres Gresik. (Miftahul Faiz/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik - Ini peringatan bagi maling motor yang beraksi di wilayah hukum Polres Gresik. Jika tak ingin seperti Mochamad Arifin (43)  warga Jalan Wahidin Sudirohusodo RT 01 RW 02 Kecamatan kebomas, dan Mahmud  (39) warga Desa Tegarpriya, Kecamatan Geger, Bangkalan.

[irp]

Baca juga: Sengkarut Kebakaran KM Mutiara Sentosa II: Polisi Temukan Data Manifes Tak Sinkron

Keduanya dihadiahi timah panas usai kedapatan  membawa kabur motor milik Dodik Tri Wahyudi (28) warga Jalan Awikoen Madya Selatan 11 Gending, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.

Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto mengatakan, sebelum ditangkap kedua pelaku sudah tiga kali melakukan aksi curanmor.

[irp]

"Saat melakukan aksinya lagi kedua tersangka tersebut terendus petugas sewaktu hendak menjual motor curian. Namun, saat ditangkap mereka kabur dan melakukan perlawanan. Tak ingin mengambil resiko, akhirnya anggota terpaksa melakukan tindakan terukur, keduanya ditembak kakinya," katanya, Rabu (22/07/2020).

Masih menurut Arief Fitrianto, terungkapnya kasus curanmor ini berawal saat anggotanya di lapangan mendapat informasi dari Polres Tanjung Perak Surabaya. Ada pelaku melakukan transaksi jual beli motor curian di wilayah Gresik. 

Baca juga: Perluasan Areal Tebu Dimulai, SGN Perkuat Produksi Gula di Indonesia Timur

Mendapat informasi itu, anggota Polres Tanjung Perak Surabaya dan Polres Gresik melakukan penyelidikan lalu mendapatkan kedua pelaku. Yakni, Mochamad Arifin dan Mahmud yang sedang bertransaksi.

Salah satu pelaku  Mahmud mengaku, dirinya bersama rekannya sudah tiga kali melakukan aksi curanmor. Saat melakukan aksi hanya butuh waktu 5 detik sebelum membawa kabur motor korban.

Baca juga: Sah! P-APBD Sumenep 2026 Tembus Rp2,61 Triliun, Pemkab Pacu Pembangunan di Sisa Tahun

"Saya menggunakan kunci T untuk merusak kunci kontak motor. Setelah terbuka langsung kami bawa kabur sebelum nantinya dijual," tuturnya.

Kini kedua pelaku itu, mendekam di penjara. Mereka dijerat pasal 363 KHUP dengan ancaman 7 tahun penjara. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru