Meninggal Tak Wajar, Polisi Bongkar Makam Takmir Masjid di Gresik yang Sudah 15 Hari Dikubur

klikjatim.com
Suasan saat petugas membongkar makam takmir masjid di Desa Serah, Kecamatan Panceng, Gresik yang diduga meninggal tidak wajar. (Miftahul Faiz/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik—Makam Askuri, takmir masjid Desa Serah, Kecamatan Panceng, Gresik dibongkar polisi. Ada dugaan kematian kakek 70 tahun pada Minggu (5/7/2020) yang lalu itu tidak wajar.

Lantaran dianggap tidak wajar, polisi kemudian membongkar makam Askuri di Desa Serah, Senin (20/7/2020). Pembongkaran makam dilakukan tim Laboratorium Forensik Polda Jatim dengan didampingi anggota Satreskrim Polres Gresik.

Baca juga: Gangguan Dua Pembangkit Besar, PLN Kejar Pemulihan Sistem Kelistrikan Jawa dan Pasokan Batu Bara MRC

[irp]

Pembongkaran makam itu dilakukan mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB. Usai diongkar mayat Askuri langsung dilakukan otopsi oleh petugas. Saat pembongkaran makam, banyak warga yang menonton dari kejauhan. Mereka penasaran dengan kejadian tersebut.

Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto saat dikonfirmasi belum bisa menyimpulkan terkait kegiatan pembongkaran makam dan otopsi yang dilakukan anak buahnya. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan.

"Kita masih lakukan penyelidikan serta pemeriksaan saksi-saksi dan kumpulkan barang bukti," kata Kapolres Gresik, Senin (20/7/2020).

Baca juga: Dongkrak Daya Saing SDM, Kemnaker Buka PVN Batch 3 dengan Target 20 Ribu Peserta

Askuri merupakan tokoh masyarakat dan takmir masjid di Desa Serah, Kecamatan Panceng. Dia ditemukan tak bernyawa di tempat tidur dengan bercak darah. Saat itu, keluarga menganggap kematian Askuri ini wajar-wajar saja. Sehingga tidak melaporkannya kepada polisi.

Namun, belakangan keluarga korban menaruh curiga ada yang tidak wajar atas meninggalnya Askuri. Keluarga pun melayangkan laporan ke Polsek Panceng hingga diteruskan ke Polres Gresik.

[irp]

Baca juga: Kawal Program Prabowo, Ribuan Pekerja dan Pemilik SPPG Geruduk DPRD Jember Tolak Penutupan Dapur Gizi

Apakah Askuri meninggal karena dibunuh? Kapolres Gresik AKBP Arief Fitrianto belum bisa memberikan kesimpulan atas dugaan pembunuhan itu. Dia memilih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan Tim Reskrim Polres Gresik.

Kepala Desa Serah Abdul Said berharap agar kejadian ini bisa terungkap yang sebenar-benarnya. Sebab dikatakan Said, memang kematian tokoh masyarakat itu sangat janggal. Ketika ditemukan meninggal, jasad Askuri bersimbah darah mulai dari kasur hingga lantai rumahnya. 

"Pak Askuri ini sangat sehat meskipun sudah sepuh. Bahkan tidak ada riwayat penyakit apapun, semoga autopsi yang dilakukan ini bisa membuat ada titik terang apa sebenarnya yang terjadi," ungkap dia. (mkr)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru