KLIKJATIM.Com | Nganjuk - Kasus unik terjadi di Kabupaten Nganjuk. 28 petani penerima BLT Kementrian Pertanian menolak bantuan tersebut karena sudah mendapatkan dari program lain. Sementara itu, seorang Kades dan perangkat desa malah menikmati BLT khusus petani terdampak.
Merasa tidak berhak menerima, 28 petani di Desa Talang Kecamatan Rejoso mengembalikan bantuan BLT dari Kementan. “Saat musyawarah, ada 28 petani yang tidak mau mengambil BLT tersebut lantaran sebelumnya sudah menerima bantuan sosial lain dampak Covid-19,” kata Kepala Desa Talang, Suparlan.
Baca juga: Gangguan Dua Pembangkit Besar, PLN Kejar Pemulihan Sistem Kelistrikan Jawa dan Pasokan Batu Bara MRC
[irp]
Hal ini berbeda dengan yang dilakukan Kepala Desa Bajulan Kecamatan Loceret dengan seorang perangkat setempat. Turut menjadi penerima BLT dari Kementan, keduanya mengaku selain perangkat desa juga termasuk petani terdampar Covid-19. Padahal penghasilan pokok keduanya tidak berkurang di masa Pandemi Covid-19 ini.
Sebelumnya, pembagian BLT Kementan dilakukan serentak di Kecamatan Loceret di tiga tempat. Pertama, bertempat di balai desa Karangsono yang terdiri dari desa Bajulan, desa Genjeng, desa Macanan, desa Karangsono, desa Ngepeh, desa Tempel Wetan dan desa Godean dengan jumlah penerima sebanyak 306 orang.
Baca juga: Dongkrak Daya Saing SDM, Kemnaker Buka PVN Batch 3 dengan Target 20 Ribu Peserta
Yang kedua bertempat di balai desa Candirejo terdiri dari desa Teken Glagahan, desa Gejagan, desa Mungkung, desa Candirejo, desa Loceret, desa Jatirejo dan desa Sukorejo sebanyak 187 orang. Dan yang terakhir bertempat di balai desa Kwagean, terdiri dari desa Patihan, desa Kenep, desa Putukrejo, desa Kwagean, desa Tanjungrejo, desa Sombron, desa Sekaran, dan desa Nglaban sebanyak 247 orang.
[irp]
Sumarsono selaku pegawai PT. Pos Indonesia mengatakan, bantuan untuk petani ini dibagikan secara langsung senilai Rp 1,8 juta.
“Ini kan seharusnya bareng sama BST yang umum. Tapi karena keluarnya terlambat, jadi kita rapel langsung Rp 1,8 juta,” kata Sumarsono. (bro)
Editor : Redaksi