Dinilai Tak Becus Urai Kemacetan Ketapang, Warga Banyuwangi Demo ASDP Beri Deadline 3 Hari Atau..

Reporter : Apriliana Devitasari
Warga Banyuwangi menggelar aksi unjuk rasa di depan Pelabuhan ASDP Ketapang akibat kemacetan panjang yang terjadi di kawasan Pelabuhan Ketapang

KLIKJATIM.Com | Banyuwangi  -Warga Banyuwangi menggelar aksi unjuk rasa di tengah kemacetan panjang yang terjadi di kawasan Pelabuhan Ketapang. Mereka memprotes penumpukan kendaraan yang dinilai telah mengganggu aktivitas dan merugikan masyarakat sekitar.

Dalam aksi tersebut, warga meminta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) segera mencari solusi untuk mengurai antrean kendaraan di pelabuhan penyeberangan Jawa-Bali tersebut.

Baca juga: Dua WNA Rusia Dilimpahkan ke Kejaksaan dalam Kasus Kepemilikan Ganja di Banyuwangi

Warga juga menyampaikan sejumlah dampak yang mereka rasakan, mulai dari terganggunya aktivitas sehari-hari hingga kerugian di sektor ekonomi. Mereka memberikan waktu tiga hari kepada pihak ASDP untuk menyelesaikan persoalan kemacetan.

Perwakilan warga, Slamet Purwantono alias Panjul, mengatakan kesepakatan tenggat waktu tersebut disampaikan setelah warga berkoordinasi dengan pihak pengelola pelabuhan.

Ia menegaskan warga akan menggelar aksi yang lebih besar apabila dalam waktu tiga hari tidak ada solusi untuk mengatasi antrean kendaraan.

“Kami berkomitmen dengan pihak ASDP untuk tiga hari menyelesaikan terkait dengan permasalahan ini. Tiga hari tidak ada solusi kemacetan, akan kami datangkan massa lebih besar lagi,” ujar Panjul saat ditemui di lokasi, Senin (28/9/2026).

Menurut Panjul, kemacetan panjang di kawasan Pelabuhan Ketapang telah berdampak langsung terhadap kehidupan warga. Selain mengalami kerugian secara ekonomi, aksesibilitas masyarakat juga ikut terganggu.

“Rugi secara ekonomi dan aksesibilitas, bahkan, ada warga sakit yang meninggal karena tidak bisa diantar pakai ambulans,” tegasnya.

ASDP Sebut Antrean Capai 17 Kilometer
Menanggapi aksi tersebut, ASDP menyatakan memahami keresahan masyarakat dan pengguna jasa yang terdampak penumpukan kendaraan.

Baca juga: ASDP Berlakukan Skema Khusus, Kapal di Dermaga LCM dan MB IV Prioritaskan Truk Logistik

General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang, Media Syahrianto, mengatakan berbagai langkah tengah dilakukan untuk mempercepat pemulihan layanan. Namun, upaya tersebut tetap mempertimbangkan faktor keselamatan pelayaran.

Berdasarkan data operasional ASDP, antrean kendaraan di sisi Pelabuhan Ketapang sempat mencapai sekitar 17 kilometer. Antrean tersebut didominasi kendaraan logistik.

“Di sisi Ketapang, antrean tercatat sekitar 17 kilometer dan didominasi kendaraan logistik. Sementara di sisi Gilimanuk, proses penguraian terus dilakukan melalui optimalisasi armada, peningkatan frekuensi perjalanan, serta penyesuaian pola operasi,” ujar Media.

ASDP juga menyebut karakteristik kendaraan logistik turut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi proses pemuatan ke kapal. Sejumlah kendaraan terindikasi memiliki dimensi maupun muatan melebihi ketentuan atau Over Dimension Over Loading (ODOL).

Baca juga: Terjebak Saat Diduga Curi Jeruk, Pria di Banyuwangi Tewas Dikeroyok

Menurut ASDP, kondisi tersebut membuat proses pengaturan dan pemuatan kendaraan ke kapal membutuhkan penyesuaian dengan kapasitas serta karakteristik kapal dan aspek keselamatan pelayaran.

“ASDP mencatat kendaraan logistik yang melintas memiliki karakteristik dimensi dan muatan yang beragam, termasuk kendaraan yang terindikasi melebihi ketentuan dimensi maupun muatan. Kondisi tersebut turut memengaruhi pengaturan dan pemuatan kendaraan ke kapal karena harus disesuaikan dengan kapasitas dan karakteristik kapal serta aspek keselamatan,” jelas Media.

Untuk mengatasi kepadatan, penataan kendaraan kini diperketat sejak dari kantong parkir hingga tahap boarding ke kapal.

Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas instansi, termasuk kepolisian, regulator, dan operator kapal, dengan tujuan mempercepat penguraian antrean sekaligus menjaga kelancaran dan keselamatan proses penyeberangan.

Editor : Fatih

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru