BI Tegaskan Sinergi Ekonomi Syariah Tak Boleh Berhenti Usai Perhelatan Fesyar 2026

Reporter : Much Taufiqurachman Wahyudi
Kegiatan penutupan FESyar Jawa 2026 di Grand City Surabaya

KLIKJATIM.Com | Surabaya  Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 resmi berakhir. Bank Indonesia menegaskan sinergi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah tidak berhenti setelah rangkaian kegiatan FESyar selesai, tetapi harus dilanjutkan untuk memperluas akses pasar, pembiayaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Baca juga: Sabet Dua Penghargaan FESyar Jatim 2026, Lamongan Perkuat Ekosistem Industri Halal dan Wisata Ramah Muslim

 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan FESyar menjadi momentum untuk mempertemukan pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, pemerintah, regulator, dan pesantren dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan.

 

 

"FESyar Jawa 2026 boleh berakhir hari ini, tetapi semangat kolaborasi dan langkah pengembangan ekonomi syariah harus terus berlanjut," tegas Ibrahim saat penutupan FESyar Jawa 2026 di Grand City Surabaya, Minggu (27/9/2026).

 

 

Menurutnya, keberlanjutan pengembangan ekonomi syariah sejalan dengan pesan Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, saat membuka FESyar Jawa 2026. Penguatan ekonomi syariah bertumpu pada tiga pilar utama, yakni pengembangan ekosistem rantai nilai halal yang terintegrasi dan berdaya saing, perluasan pembiayaan syariah, serta peningkatan literasi dan inklusi ekonomi dan keuangan syariah.

 

 

Ketiga pilar tersebut diarahkan agar pengembangan ekonomi syariah memberikan dampak nyata dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui penguatan sinergi antarpemangku kepentingan.

 

 

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang mewakili Gubernur Jawa Timur pada penutupan FESyar Regional Jawa, juga menekankan pentingnya menindaklanjuti sinergi yang telah terbangun.

 

 

Menurut Emil, keberlanjutan tersebut antara lain diwujudkan melalui penguatan UMKM, perluasan akses pembiayaan, peningkatan kemandirian pesantren, serta peningkatan daya saing produk halal agar manfaat ekonomi syariah semakin dirasakan masyarakat.

 

 

FESyar Jawa 2026 yang berlangsung pada 25-27 September 2026 mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital". Kegiatan ini menghadirkan 42 rangkaian acara melalui kolaborasi dengan 294 lembaga dan mitra strategis.

 

 

Sebanyak 270 UMKM syariah berpartisipasi secara langsung maupun melalui platform perdagangan digital. Dari kegiatan tersebut, transaksi penjualan tercatat mencapai Rp8,21 miliar.

 

 

Sementara itu, 242 sesi business matching menghasilkan komitmen pembiayaan sebesar Rp37,60 miliar dan komitmen transaksi perdagangan sebesar Rp43,26 miliar. Capaian tersebut menunjukkan peran FESyar dalam mempertemukan pelaku usaha dengan sumber pembiayaan, mitra dagang, serta peluang pasar domestik maupun internasional.

Baca juga: Buka FESyar Jawa 2026 Bareng Gubernur BI, Gubernur Khofifah Dorong Ekosistem Halal Jatim Tembus Pasar Global

 

 

Perluasan manfaat ekonomi syariah juga dilakukan melalui sejumlah program unggulan. Di antaranya pembentukan Pasar Rakyat Halal, Aman, dan Sehat serta penguatan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) untuk meningkatkan kualitas, daya saing, dan akses pasar UMKM.

 

 

Selain itu, dikembangkan wakaf uang untuk mendukung pendidikan serta pembiayaan inovatif untuk mendukung pengadaan perumahan bagi guru madrasah dan pesantren anggota Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (HEBITREN).

 

 

Penguatan keuangan sosial syariah juga terlihat dari program WAKAFein, WAKAF Fun Walk, dan penghimpunan wakaf dalam rangkaian kajian. Dari berbagai kegiatan tersebut, total dana wakaf yang terhimpun mencapai Rp60,40 juta.

 

 

Ibrahim mengatakan, meski nilai penghimpunan tersebut belum besar, inisiatif tersebut menunjukkan peran keuangan sosial syariah sebagai bagian dari ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

 

 

Baca juga: Jatim Bidik Kolaborasi Internasional untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah

Keberlanjutan sinergi juga diperkuat melalui Project Charter Sinergi dan Kolaborasi dalam Pengembangan Ekonomi Inklusif, Ketahanan Pangan, dan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Jawa Timur.

 

 

Komitmen tersebut melibatkan Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Otoritas Jasa Keuangan, Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Timur, Kantor Wilayah Kementerian Agama, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), serta Majelis Ulama Indonesia.

 

 

Kesepakatan tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi dan keterpaduan program pemberdayaan UMKM, ketahanan pangan, serta pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Timur.

 

 

FESyar Jawa 2026 menjadi rangkaian terakhir menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 setelah penyelenggaraan serupa di wilayah Sumatera dan Kawasan Timur Indonesia. ISEF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di Jakarta.

 

 

Melalui rangkaian tersebut, kolaborasi antarpemangku kepentingan diharapkan semakin memperkuat peran ekonomi dan keuangan syariah sebagai sumber pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan sekaligus mendukung transformasi ekonomi nasional.

Editor : Wahyudi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru