KLIKJATIM.Com | Lamongan – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan dalam memperkuat fondasi ekonomi syariah berbuah manis. Pemkab Lamongan sukses memboyong dua penghargaan bergengsi dalam ajang Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa Timur 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur.
Dua apresiasi tingkat provinsi yang berhasil diraih Kota Soto tersebut meliputi penghargaan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) serta penghargaan Pariwisata Ramah Muslim. Penyerahan trofi diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, kepada Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, pada acara penutupan FESyar Jatim 2026 di Surabaya.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas pencapaian tersebut. Menurut pimpinan daerah yang akrab disapa Pak Yes ini, penghargaan ini akan menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran Pemkab Lamongan untuk terus mengakselerasi ekosistem ekonomi syariah di daerah.
"Semoga ini dapat menjadi pemacu untuk terus berinovasi dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Lamongan. Kuliner halal dan pariwisata ramah muslim ke depan tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga mampu membuka peluang usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," tegas Yuhronur Efendi dalam keterangan resminya.
Pak Yes menambahkan bahwa pengembangan sektor ekonomi syariah memiliki potensi amat besar dalam menopang pertumbuhan ekonomi daerah, seiring dengan melesatnya geliat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), industri pengolahan makanan, perdagangan, hingga pariwisata lokal.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menggarisbawahi pentingnya standarisasi Zona KHAS bagi kawasan sentra kuliner masyarakat. Menurutnya, aspek kehalalan produk harus berjalan selaras dengan standar kebersihan dan kesehatan pangan.
"Dengan adanya Zona KHAS ini, harapan kita tidak hanya fokus pada status halal, melainkan juga higienis. Sedangkan untuk pariwisata ramah muslim artinya tempat wisata tetap terbuka dan menyambut siapa pun secara inklusif, namun wisatawan muslim merasa tenang dan nyaman karena tersedianya kuliner halal serta fasilitas ibadah pendukung yang memadai," terang Emil Dardak.
Sebagai informasi, FESyar Jawa Timur 2026 merupakan bagian dari rangkaian agenda Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang diinisiasi oleh Bank Indonesia. Forum ini dirancang sebagai wadah strategis untuk memperkuat ekosistem ekonomi serta keuangan syariah di tingkat regional.
Melalui penguatan integrasi antara industri halal, pemberdayaan UMKM, dan pengembangan destinasi wisata ramah muslim, Kabupaten Lamongan membuktikan kesiapannya menjadi salah satu motor penggerak ekonomi berbasis syariah di Jawa Timur.
Editor : Fatih