KLIKJATIM.Com | Banyuwangi - Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, kembali memanjang hingga sekitar 12 kilometer pada Senin pagi (28/9/2026). Kepadatan kendaraan bahkan mencapai kawasan Tikungan Kampe, Wongsorejo, atau sisi utara Watu Dodol.
Kanit Turjawali Satlantas Polresta Banyuwangi, Ipda Rudi Wicahyono, mengatakan antrean telah terjadi selama sekitar tiga hari terakhir. Salah satu faktor yang memicu kepadatan adalah aksi sopir kendaraan logistik yang menutup akses keluar-masuk pelabuhan pada Sabtu (26/9/2026).
Baca juga: Dua WNA Rusia Dilimpahkan ke Kejaksaan dalam Kasus Kepemilikan Ganja di Banyuwangi
Penutupan akses berlangsung sekitar pukul 15.00 hingga 18.00 WIB. Akibatnya, kendaraan yang baru turun dari kapal tidak dapat segera meninggalkan pelabuhan, sementara kendaraan yang hendak menyeberang juga ikut tertahan.
“Setelah itu kepadatan semakin panjang karena volume kendaraan meningkat selama akhir pekan. Di sisi lain, Dermaga II Gilimanuk juga sedang menjalani pekerjaan peningkatan kapasitas,” kata Rudi saat on air di Halo RRI.
Menurut Rudi, kapasitas Dermaga II Gilimanuk tengah ditingkatkan dari 25 ton menjadi 50 ton. Proses pengerjaan diperkirakan berlangsung hingga pekan kedua Desember 2026.
Meski aksi penutupan akses oleh sopir kendaraan logistik telah berakhir, dampaknya masih terasa karena antrean belum sepenuhnya terurai. Namun, panjang antrean mulai berkurang. Dari sekitar 14,5 kilometer pada Minggu malam, antrean pada Senin pagi tercatat sekitar 12 kilometer.
Untuk mengendalikan kepadatan, kepolisian menyiapkan sejumlah titik pengaturan lalu lintas. Salah satunya buffer zone di kawasan Dermaga Bulusan yang mampu menampung sekitar 450 truk besar saat area pelabuhan telah penuh.
Pengaturan kendaraan juga dilakukan di Simpang Tiga KP3 dan kawasan terminal. Ketika kondisi kendaraan kecil di dalam area ASDP mulai lebih longgar, arus kendaraan dapat dialihkan melalui jalan lingkar untuk masuk dari sisi selatan.
Baca juga: ASDP Berlakukan Skema Khusus, Kapal di Dermaga LCM dan MB IV Prioritaskan Truk Logistik
Rudi menyebut kendaraan logistik masih mendominasi antrean. Truk yang masuk ke buffer zone Bulusan dapat mengalami waktu tunggu sejak pagi hingga malam sebelum mendapat kesempatan menyeberang.
Sementara itu, kendaraan keluarga atau kendaraan kecil relatif lebih fleksibel. Pada Senin pagi, kendaraan kecil masih dapat masuk ke area pelabuhan dengan waktu tunggu sekitar 2-3 jam, tergantung proses pemuatan dan keberangkatan kapal.
“Kalau kendaraan keluarga atau kendaraan kecil relatif lebih fleksibel. Pagi ini masih bisa masuk ke area pelabuhan sekitar 2-3 jam, tergantung proses pemuatan dan keberangkatan kapal,” ujar Rudi.
Kepolisian juga memberikan prioritas bagi kendaraan tangki BBM yang melintas di kawasan tersebut. Petugas berkoordinasi untuk membuka akses agar distribusi BBM menuju Jember tetap berjalan.
Baca juga: Terjebak Saat Diduga Curi Jeruk, Pria di Banyuwangi Tewas Dikeroyok
Masyarakat yang tidak memiliki keperluan mendesak diimbau untuk sementara menghindari kawasan Pelabuhan Ketapang.
Bagi pengendara dari arah utara menuju Banyuwangi maupun sebaliknya, pengguna jalan disarankan memanfaatkan jalur lingkar dan menghindari ruas jalan di depan area ASDP.
Pengendara juga diminta mengikuti arahan petugas di lapangan, tetap tenang, dan mengutamakan keselamatan selama melintas di kawasan yang mengalami kepadatan.
Editor : Fatih