KLIKJATIM.Com | Jombang -Dinas Peternakan Kabupaten Jombang mempercepat vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak sapi untuk mempertahankan status zero kasus yang telah dicapai sejak April 2026. Percepatan vaksinasi dilakukan menjelang musim hujan yang dinilai perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan risiko penyebaran penyakit.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, Drs. Mochamad Saleh, M.Si, mengatakan sebanyak 14.675 dosis vaksin PMK telah didistribusikan kepada 12 tim vaksinator sejak 1 September 2026.
Baca juga: MPM Honda Jatim Resmikan Bank Sampah Binaan Kelima di Jombang
Vaksin tersebut ditargetkan selesai diberikan kepada ternak sasaran hingga 25 September 2026. Penyuntikan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah, termasuk pada kandang sapi milik peternak rakyat maupun kelompok ternak.
“Pada September ini kami menargetkan 14.675 dosis vaksin dapat terserap sampai akhir bulan untuk ternak sasaran di Jombang,” ujar Saleh, Jumat, 25 September 2026.
Jumlah vaksin yang disalurkan tersebut merupakan bagian dari 28 ribu dosis yang diterima Dinas Peternakan Kabupaten Jombang untuk pelaksanaan vaksinasi PMK semester kedua 2026.
Vaksinasi dilakukan untuk membentuk kekebalan kelompok pada ternak sapi sekaligus menjadi langkah pencegahan agar kasus PMK tidak kembali muncul di Jombang.
Baca juga: 260 Pelajar SMPN Kabuh Jombang Diduga Keracunan Menu MBG
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, drh. Azis Daryanto, menyebut kondisi PMK di wilayah Jombang hingga kini masih terkendali.
“Sejak April sampai sekarang Jombang masih berada dalam kondisi zero kasus. Alhamdulillah, tidak ada kasus aktif PMK yang ditemukan,” jelas Azis.
Meski tidak ditemukan kasus aktif, pengawasan dan pencegahan tetap dilakukan. Terlebih, perubahan musim menuju periode penghujan menjadi salah satu kondisi yang perlu diantisipasi dalam menjaga kesehatan ternak.
Baca juga: Siswi SMP Diduga Jadi Korban Perkosaan Pria Dewasa, Polres Jombang Lakukan Penyelidikan
Selain vaksinasi, Dinas Peternakan juga memperkuat pengawasan kesehatan hewan dan edukasi kepada peternak. Pemilik ternak diminta menjaga kebersihan kandang serta memastikan pakan dan air minum yang diberikan tetap berkualitas.
Peternak juga diminta segera melapor kepada Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) atau petugas apabila menemukan gejala yang mengarah pada PMK.
“Kalau muncul gejala seperti demam, lepuh di bagian mulut atau kuku, maupun air liur yang keluar berlebihan, peternak harus segera melaporkannya kepada Puskeswan atau petugas,” ucap Azis.
Editor : Wahyudi