klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

PLN Perkuat Infrastruktur Kelistrikan untuk Sokong Pesatnya Pertumbuhan Data Center di Indonesia

avatar Much Taufiqurachman Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie (ketiga dari kiri) dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (ketiga dari kanan), saat mengunjungi booth PLN
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie (ketiga dari kiri) dan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo (ketiga dari kanan), saat mengunjungi booth PLN

KLIKJATIM.Com | Jakarta — PT PLN (Persero) memperkuat infrastruktur ketenagalistrikan nasional guna mendukung pertumbuhan pesat sektor pusat data (data center) di Indonesia.

Langkah ini diambil seiring masifnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta akselerasi transformasi digital yang kini menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa pertumbuhan sektor data center membutuhkan karakteristik kelistrikan yang spesifik dan tinggi, mulai dari kapasitas besar, keandalan, kualitas daya, hingga pemanfaatan energi bersih. Oleh karena itu, PLN menyiapkan infrastruktur dan layanan yang fleksibel serta adaptif sesuai rencana pengembangan para pelanggan.

"Meningkatnya kebutuhan listrik dalam ekosistem data center menunjukkan semakin pentingnya infrastruktur energi bagi pertumbuhan ekonomi digital. PLN ingin pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan dapat berjalan seiring dengan perkembangan sektor digital, dengan perencanaan yang dilakukan lebih awal agar kebutuhan energi dapat diantisipasi dan investasi dapat berkembang secara berkelanjutan," ujar Darmawan.

Dalam sesi diskusi pada gelaran Electricity Connect 2026 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (23/9/2026), Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Enterprise PLN, Dini Sulistyawati, mengungkapkan bahwa saat ini PLN telah melayani 159 pelanggan data center. Total kapasitas tersambung mencapai 2.038 megavolt ampere (MVA) dengan total konsumsi energi sebesar 2.378 gigawatt hour (GWh).

Saat ini, sekitar 99 persen dari total kapasitas tersebut masih terkonsentrasi di sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali, di mana wilayah Jawa Barat menjadi salah satu klaster terbesar. Namun, Dini mencatat bahwa ekspansi pembangunan data center mulai merambah ke luar Jawa, seperti Sumatra, Kalimantan, hingga Sulawesi.

"Kami percaya ini baru permulaan. Kecerdasan buatan, cloud computing, layanan digital, serta pertumbuhan ekonomi digital Indonesia akan terus menciptakan kebutuhan listrik baru dalam skala yang sangat signifikan," kata Dini.

Guna menghadapi dinamika ini, Dini menekankan bahwa tantangan terbesar PLN adalah menjaga keseimbangan antara akselerasi kapasitas pasokan, keandalan, keterjangkauan harga, serta stabilitas sistem jangka panjang. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan tersebut, PLN mendorong pendekatan early alignment atau koordinasi sejak tahap awal perencanaan proyek.

"Komitmen lebih awal dan koordinasi lebih erat dari kedua belah pihak, didukung oleh proyeksi permintaan yang lebih jelas, jadwal energisasi yang realistis, kecepatan pengembangan kapasitas yang tepat, serta kerja sama yang lebih kuat antara PLN, pelanggan, dan pemerintah. Oleh karena itu, pengelolaan komitmen pusat data harus menjadi proses perencanaan bersama," pungkasnya.

Editor :