klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Siswi SMP Diduga Jadi Korban Perkosaan Pria Dewasa, Polres Jombang Lakukan Penyelidikan

avatar Tsabit Mantovani
  • URL berhasil dicopy
Ilustrasi korban kekerasan seksual terhadap anak bawah umur
Ilustrasi korban kekerasan seksual terhadap anak bawah umur

KLIKJATIM.Com | Jombang - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Jombang melakukan penyelidikan dugaan perkosaan yang dialami salahsatu siswi kelas 9 SMP di Kecamatan Wonosalam.

WR (33) buruh tani warga Desa setempat dilaporkan telah menodai EW (15) di tegalan dekat rumahnya.

 Kasus ini sempat memicu pertikaian keluarga karena terduga pelaku saudara sepupu korban.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Magribi Agung Saputra membenarkan kalau pihaknya telah menerima laporan dugaan perkosaan tersebut pada 30 Agustus 2026. Sejauh ini, pihaknya telah menggali keterangan dan visum terhadap korban.

"Terduga pelaku belum kami periksa, ini perlu penyelidikan lebih mendalam," tandasnya.

Sementara itu Kepala Desa setempat, WR menyebut terduga pelaku EW merupakan ponakan ayah tiri korban. Terduga pelaku pendatang karena berasal dari desa sebelah.

"Terduga tersangka ini memang asli desa sebelah, tapi menikah di desa kami," jelasnya.

Dugaan perkosaan ini, lanjut WR, terjadi pada Sabtu (29/8) malam. Saat itu, korban menjadi panitia lomba 17 Agustus di kampungnya. Gadis berusia 15 tahun ini pun didatangi EW sekitar pukul 21.00 WIB.

Malam itu, EW pura-pura minta bantuan korban untuk mengambil sepeda motor di kampung halamannya. Tanpa menaruh curiga karena masih saudara, korban pun bersedia membantu terduga pelaku.

"Terduga pelaku membonceng korban dengan sepeda motor. Sampai di jalan sepi, ia berhenti alasannya kehabisan bensin," terangnya.

Malam itu, EW berhenti di gubuk tengah tegalan Dusun Sarangan, Desa Jarak, Wonosalam, Jombang. Di tempat sepi dan gelap inilah ia memerkosa siswi kelas 9 SMP tersebut. Ia meminta korban tutup mulut setelah puas melampiaskan nafsunya.

"Korban sempat berontak, tapi kalah dengan tenaga terduga pelaku. Setelah selesai, korban dilarang cerita kepada siapa pun," ungkap WR.

EW lantas mengantarkan korban pulang ke rumahnya. Saat itulah gadis berusia 15 tahun itu menceritakan perbuatan bejat EW kepada orang tuanya. Cerita putrinya yang berlinang air mata pun membuat ayah tiri korban, AG naik pitam.

Menurut WR, malam itu juga ayah tiri korban mencari keberadaan EW. Ternyata buruh tani tersebut masih tinggal serumah dengan mertuanya. Begitu bertemu terduga pelaku, ayah tiri korban memukulinya.

Pertikaian keluarga pun pecah malam itu. Mertua EW sampai melemparkan kursi ke ayah tiri korban. Beruntung lemparan tersebut meleset. Warga sekitar sampai berdatangan untuk melerai kedua pihak.

"Menjelang tengah malam itu saya ditelepon kepala dusun. Ternyata di rumah kepala dusun sudah banyak orang, ada linmas, RT, RW, keluarga kedua pihak," ujarnya.

Di rumah kepala dusun tersebut, WR mendapatkan cerita dari korban. Sedangkan EW bersikukuh membantah telah melakukan rudapaksa kepada korban. Bahkan, bapak anak satu ini menyatakan akan menuntut balik apabila tidak terbukti memerkosa korban.

"Saat itu terduga pelaku mungkin mempertahankan harga diri karena ada istri dan mertuanya," jelasnya.

Keesokan harinya, ibu kandung korban, WS (45) melaporkan EW ke Unit PPA Satreskrim Polres Jombang. Menurut WR, terduga pelaku menangis begitu tahu dilaporkan ke polisi.

"Terduga pelaku menangis, minta maaf ke istri dan mertuanya dan meminta kasus ini tidak dinaikkan. Mereka datang ke rumah saya minta difasilitasi kekeluargaan," ungkapnya.

Namun, WR menolak permintaan tersebut karena kasus ini terkait dengan perlindungan anak. Pihaknya menyerahkan penanganan dugaan perkosaan ini kepada kepolisian.

Editor :