KLIKJATIM.Com | Jember - Kebakaran menghanguskan sebagian Kantor Balai Taman Nasional Meru Betiri (TNMB) Jember, Jawa Timur, Senin (31/8/2026) malam. Api membakar sejumlah ruangan hingga kerusakan bangunan diperkirakan mencapai hampir separuh dari keseluruhan gedung.
Kebakaran terjadi di Kantor Balai TNMB yang berlokasi di Jalan Sriwijaya Nomor 53, Kramat, Kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Jember. Saat kejadian, sejumlah pegawai masih berada di dalam kantor dan langsung berupaya menyelamatkan diri sekaligus mengantisipasi agar api tidak semakin meluas.
Kepala Balai Besar TNMB Jember, Wiwid Widodo, mengatakan titik awal kebakaran diketahui berada di bagian belakang kantor, tepatnya di sekitar tempat penyimpanan barang-barang yang sudah tidak terpakai.
Api kemudian merambat ke sejumlah bagian bangunan, mulai dari area kamar mandi musala hingga ruang perlengkapan, ruang keuangan dan ruang staf.
“Tempat penyimpanan itu temboknya kamar mandi musala, itu yang pertama kena. Kamar mandi, musala, terus merambat ke depan. Di depannya ada ruang perlengkapan, ada ruang keuangan, sampai ke ruang staf,” kata Wiwid saat dikonfirmasi wartawan di lokasi.
Begitu mengetahui adanya api, para pegawai sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri menggunakan ember, selang dan air yang tersedia di kantor.
Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian atas bangunan. Para pegawai kemudian bersama petugas kepolisian dan satpam memprioritaskan penyelamatan aset penting dari ruangan yang terancam terbakar.
Sejumlah aset kemudian dipindahkan ke aula untuk menghindari kerusakan akibat api.
“Pertama kita nggak mikir aset dulu. Pertama kita ambil ember, ambil selang, ambil air yang ada untuk berupaya memadamkan. Kemudian kelihatannya api sudah sampai ke atas. Setelah itu teman-teman dari Polsek sama Pak Satpam membantu untuk aset-aset penting mana yang harus dipindahkan, kita pindahkan semua ke ruang aula,” ujarnya.
Wiwid menyebut belum melakukan pengukuran secara pasti terhadap luas bangunan yang terbakar. Namun berdasarkan pengamatan sementara, kerusakan diperkirakan mencapai hampir separuh gedung.
“Saya belum mengukur, ya. Kelihatannya hampir separuh bangunan. Mulai dari sebelah kiri sampai ke area parkir, termasuk atap yang parkir dan atapnya yang ambruk itu,” ungkapnya.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Para pegawai yang berada di kantor berhasil menyelamatkan diri dan turut membantu proses pemindahan aset.
Meski sebagian aset penting berhasil diselamatkan, sejumlah fasilitas di dalam gedung tidak dapat diamankan. Wiwid menyebut unit pendingin ruangan atau AC yang berada di dalam bangunan terdampak api dan hangus terbakar.
“Kalau AC-AC yang berada di dalam gedung semua habis. Upaya menyelamatkan aset itu kurang lebih sekitar 30 menit, sebelumnya ketika api semakin membesar. Kita geser semua, kita pindah,” katanya.
Sementara itu, Wadanru Mako C UPT Damkarmat Satpol PP Jember, Royudi, mengatakan petugas pemadam kebakaran langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan kebakaran.
Saat tiba, petugas melihat kobaran api sudah cukup besar. Untuk mempercepat penanganan, petugas kemudian meminta bantuan armada dari Posko Rambipuji.
“Begitu ada informasi, kami langsung meluncur ke TKP. Namun setelah sampai di TKP, kelihatan apinya besar, langsung kita menghubungi Posko Rambipuji untuk tambahan armada,” kata Royudi.
Total tiga armada truk pemadam dikerahkan Damkarmat Jember untuk menangani kebakaran tersebut. Selain itu, satu unit truk tangki BPBD Jember turut membantu menyediakan pasokan air.
Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar satu jam. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang masih berpotensi menyala kembali.
“Sekarang sudah pendinginan. Alhamdulillah enggak ada korban, masih bisa diatasi semuanya,” ujarnya.
Kapolsek Sumbersari Kompol Heri Supadmo mengatakan polisi bersama unsur Muspika, petugas pengamanan internal dan pihak terkait melakukan pengamanan di sekitar lokasi selama proses penanganan kebakaran.
Heri memastikan kobaran api telah berhasil dijinakkan dan petugas masih melakukan pendinginan di lokasi.
“Untuk saat ini penanganan masih berlangsung dan alhamdulillah api sudah bisa kita jinakkan, tinggal pendinginan,” kata Heri.
Dari inventarisasi awal kepolisian, bagian bangunan yang terdampak kebakaran antara lain gedung arsip dan gedung keuangan. Sementara kerugian secara keseluruhan masih dalam proses pendataan.
“Untuk sementara hasil inventarisir gedung yang terbakar, yaitu di gedung arsip dan gedung keuangan. Untuk kerugian yang lain masih kita rincikan kembali,” ujarnya.
Terkait penyebab kebakaran, Heri menyebut informasi awal yang diterima dari petugas Meru Betiri mengarah pada dugaan korsleting listrik di bagian belakang kantor.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan. Polisi akan melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui titik awal api sekaligus memastikan penyebab kebakaran.
“Informasi dari petugas Meru Betiri sementara akibat korsleting listrik di belakang. Namun demikian, untuk lebih jelasnya nanti kami akan datangkan Tim Inafis dari Polres dan tentunya kami akan koordinasi dengan fungsi Reskrim untuk mendalami penyebab kebakaran tersebut,” jelas Heri.
Hingga proses penanganan selesai, petugas masih melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi. Sementara nilai kerugian akibat kebakaran Kantor Balai TNMB Jember belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil inventarisasi lebih lanjut.
Editor : Ratno