KLIKJATIM.Com | Ponorogo -Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo hingga akhir September 2026 menemukan 928 kasus tuberkulosis (TBC). Dari jumlah tersebut, sebanyak 254 kasus merupakan TBC pada anak berusia di bawah 14 tahun.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Ponorogo, Anik Setyarini, mengatakan kasus TBC pada anak rata-rata ditemukan bersamaan dengan kondisi stunting. Karena itu, anak yang berat badannya tidak mengalami kenaikan secara terus-menerus perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendeteksi kemungkinan TBC.
"Kalau anak berat badannya tidak naik terus-menerus, itu perlu diwaspadai juga kemungkinan TBC," ujar Anik, Jumat (25/9/2026).
Menurut Anik, Dinkes Ponorogo terus menggencarkan upaya penemuan kasus TBC secara aktif. Langkah tersebut dilakukan agar kasus dapat segera diketahui dan penderita memperoleh pengobatan.
"Kita mengejar yang stunting-stunting, kita temukan TBC anak. Kita kemarin juga active case finding dengan alat TBC X-ray, kita muter. Lalu ada pendampingan STPI di 10 lokus, dan kita cek TBC di 21 kecamatan dengan portable X-ray," jelasnya.
Anik menyebut, kasus TBC pada balita maupun anak dapat berkaitan dengan adanya penderita TBC di lingkungan keluarga. Selain itu, anak yang dibawa orang tua ke tempat ramai tanpa menggunakan masker juga berisiko terpapar, terutama jika berada di lingkungan dengan penderita TBC.
Meski demikian, Anik menegaskan, seseorang yang mengalami batuk tidak serta-merta dapat disebut sebagai penderita TBC. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut di antaranya pemeriksaan sampel dahak di laboratorium serta pemeriksaan rontgen bagi orang yang diduga menderita TBC.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk mewaspadai gejala TBC pada anak dan segera memeriksakan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila terdapat gejala atau kondisi yang mencurigakan.
Editor : Fatih