KLIKJATIM.Com | Lamongan – Transformasi digital terus digencarkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan. Menjawab tantangan tersebut, Puskesmas Kedungpring, Kabupaten Lamongan, menghadirkan inovasi aplikasi berbasis Android bertajuk SIMas KDP (Sistem Informasi Masyarakat Kedungpring).
Platform terpadu ini mengintegrasikan berbagai jenis layanan kesehatan dalam satu genggaman agar masyarakat dapat mengakses pelayanan secara lebih mudah, cepat, dan efisien.
Baca juga: Turnamen Badminton Kejurkab dan Bupati Open 2026 Resmi Dibuka, Perebutkan Total Hadiah Rp115 Juta
Inovasi SIMas KDP lahir sebagai solusi atas berbagai kendala pelayanan konvensional, seperti belum optimalnya pendaftaran online, antrean panjang di loket, penyebaran informasi kesehatan yang terbatas, lambatnya respons pengaduan, hingga minimnya akses informasi jadwal layanan lapangan.
Melalui aplikasi ini, masyarakat kini dapat menikmati beragam fitur unggulan. Di antaranya pendaftaran pasien online, informasi layanan puskemas, konsultasi kesehatan bersama dokter, perawat, maupun bidan, saluran pengaduan masyarakat, skrining kesehatan, perpustakaan digital, kalkulator Indeks Massa Tubuh (IMT), jadwal posyandu, informasi kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM), hingga akses layanan kegawatdaruratan dan mobil sehat.
Kepala Puskesmas Kedungpring, dr. El Aziz Muslim, menjelaskan bahwa kehadiran SIMas KDP dirancang untuk memangkas birokrasi dan meminimalkan penumpukan pasien di lokasi pelayanan.
"Aplikasi SIMas KDP ini kami hadirkan agar masyarakat Kedungpring tidak perlu lagi menghabiskan waktu berlama-lama mengantre di loket. Cukup dari ponsel pintar, pendaftaran, konsultasi, hingga jadwal posyandu bisa diakses secara riil dan transparan. Ini adalah langkah nyata kami dalam meningkatkan efektivitas kerja tenaga kesehatan sekaligus mempererat komunikasi dengan warga," ujar dr. El Aziz Muslim.
Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat, aplikasi SIMas KDP terus mengalami penyempurnaan. Pada pembaruan Versi 5.0, Puskesmas Kedungpring menambahkan fitur Bantuan Darurat (Sistem Penanganan Gawat Darurat Terpadu/SPGDT), pendaftaran online via integrasi WhatsApp, serta akses langsung ke media sosial dan portal resmi puskesmas.
Hingga kini, aplikasi SIMas KDP telah diunduh dan digunakan oleh lebih dari 1.900 pengguna. Dampak positif inovasi ini tecermin dari meningkatnya angka Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Puskesmas Kedungpring, yang naik bertahap dari 84,28 persen pada tahun 2019 menjadi 85,08 persen pada tahun 2022.
dr. El Aziz Muslim menegaskan bahwa pengembangan sistem digital ini merupakan bagian dari komitmen puskesmas dalam mendukung visi pembangunan daerah.
Baca juga: Antisipasi Kemarau, Pemkab Lamongan dan Kementan RI Cek Potensi Kekeringan di Sugio
"Inovasi ini adalah bentuk komitmen kami dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang adaptif terhadap teknologi informasi. Langkah ini selaras dengan visi Kabupaten Lamongan dalam mewujudkan 'Kejayaan Lamongan yang Berkeadilan', khususnya melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan responsif terhadap perubahan zaman," tambah dr. El Aziz Muslim.
Melalui SIMas KDP, Puskesmas Kedungpring berharap pelayanan kesehatan yang modern, terbuka, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat dapat terus terwujud secara berkelanjutan di Kabupaten Lamongan.
Editor : Fatih