KLIKJATIM.Com | Mojokerto -Kecelakaan maut melibatkan Honda CB 150R dan Honda Scoopy terjadi di Desa Kebontunggul, Kecamatan Gondang, Mojokerto, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Insiden tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia.
Kecelakaan bermula saat Honda CB 150R nopol S 5108 NBQ melaju dari arah barat. Motor tersebut dikendarai Siswanto (38), warga Dusun Seketi, Desa Jatidukuh, Gondang, bersama Suliswanto (38), warga Dusun Boyo, Desa Bening, Gondang.
Baca juga: Nyalip Truk Berujung Maut, Pemotor Asal Tuban Tewas dalam Tabrakan Beruntun di Bojonegoro
Dari arah berlawanan, Honda Scoopy nopol S 2331 NJM melaju dari timur. Motor itu ditumpangi dua karyawati PT Bondvast Indo Sukses, Annur Widya Febrianti (18), warga Dusun Kudur, Desa Kebontunggul, dan Lidiya Nataliya (18), warga Dusun Ngepung, Desa Punggul, Dlanggu.
Kedua perempuan tersebut diketahui sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja di pabrik yang berada di Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo.
Menurut warga setempat, Arif Yulianto, kedua sepeda motor bertabrakan secara frontal saat melintas di lokasi kejadian. Benturan keras membuat bagian depan kedua kendaraan mengalami kerusakan parah.
"Yang dua perempuan itu karyawan Bondvast, berangkat kerja," ujar Arif kepada wartawan di lokasi.
Akibat kecelakaan tersebut, Widya dan Siswanto meninggal dunia di tempat. Sementara Lidiya sempat mendapat perawatan sebelum akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. Adapun Suliswanto mengalami luka-luka.
Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RS Sumberglagah, Pacet, Mojokerto.
Arif menyebut kondisi jalan di lokasi sebenarnya lurus, tetapi penerangan minim karena lampu penerangan jalan umum (PJU) tidak menyala.
Baca juga: Innova Seruduk Trailer di Tol Ngawi-Solo, Satu Orang Tewas
"Adu banteng Scoopy dan motor sport. Kondisi jalan lurus, tapi gelap karena lampu PJU mati," ungkapnya.
Kasus kecelakaan tersebut kini ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan kedua sepeda motor sebagai barang bukti.
Editor : Wahyudi