Hingga Agustus, Jatim Masih Surplus Beras 1,5 Juta Ton

klikjatim.com

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Sebagai salahsatu lumbungan pangan nasional, keterasediaan beras di Provinsi Jaawa Timur hingga Agustus masih surplus. Kendati demikian, Pemprov Jatim terus meningkatkan lahan tanam untuk produksi beras demi menjaga ketahanan pangan nasional.

Berdasarkan data produksi BPS, neraca beras nasional surplus jutaan ton sampai Juni 2020. Total stok beras nasional untuk periode April-Juni 2020 ada sekitar 14 juta ton dengan rincian stok akhir bulan Maret 2020 sebanyak 3,45 juta ton dan panen bulan April-Juni 2020 sebanyak 10,56 juta ton.

Baca juga: Resmikan Grand Paviliun RSSA Malang, Gubernur Khofifah: Tak Perlu ke Luar Negeri, Kualitas Kita Sudah Berstandar Global

Persediaan itu melebihi kebutuhan konsumsi beras nasional periode April-Juni 2020 yang totalnya sekitar 7,61 juta ton atau rata-rata 2,5 juta ton per bulan. Artinya, sampai beberapa bulan ke depan Indonesia memiliki surplus beras sekitar 6,4 juta ton.

[irp]

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawangsa mengungkapkan, ketersediaan beras di Povinsi Jatim pada bulan Januari hingga April 2020 tersedia sebesar 2.899.088 ton. Sementara kebutuhan konsumsi sebesar 1.414.239 ton. Sehingga stok beras masih ada surplus sebesar 1.484.849 ton.

"Perkiraan produksi beras pada bulan Mei sampai Agustus 2020 sebesar 1.474.676 ton. Dan secara keseluruhan, perkiraan surplus beras dari bulan Januari sampai dengan Agustus 2020 sebesar 1.509.933 ton," kata Khofifah.

Baca juga: Dukung Kelancaran Ibadah ke Tanah Suci, Pertamina Pastikan Pasokan Avtur Embarkasi Surabaya Aman

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) turut melakukan beberapa upaya dalam menjaga ketersediaan pangan. Langkah-langkah operasional dalam menjaga ketersediaan pangan di Jawa Timur, utamanya pada komoditas beras sebagai komoditas strategis dan dibutuhkan oleh semua masyarakat.

[irp]

Gubernur Khofifah menambahkan langkah operasional yang dilakukan untuk pengamanan stok pangan di Provinsi Jatim dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh lahan pertanian. Tujuanya untuk meningkatkan produksi pangan dengan melakukan percepatan tanam di bulan Mei ini untuk memastikan stok yang dimiliki cukup sampai pada musim tanam berikutnya.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Bersama Gubernur Jatim Pastikan Pasokan Energi Aman, Bagikan BBM Gratis untuk Ojol di Malang

"Kita perkirakan sasaran tanam padi bulan Mei dan Juni 2020 seluas 487.884 hektar," terangnya.

Kemudian langkah berikut dikatakan Khofifah, yakni melakukan efisiensi rantai pemasaran produk pertanian dengan tetap memperhatikan keberpihakan pada petani. Sebab dengan adanya pemberlakuan PSBB di sejumlah kabupaten berimplikasi pada terhambatnya distribusi dari sentra produksi ke wilayah perkotaan sebagai sentra konsumsi.

"Kita juga libatkan peran serta masyarakat dengan mendorong pemanfaatan lahan pekarangan yang dapat dilakukan oleh warga atau kelompok masyarakat," bebernya. (hen)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru