KLUKJATIM.Com | Sampang – Memasuki musim hujan, Puskesmas Kedungdung, Kabupaten Sampang, gencar melaksanakan sosialisasi pencegahan dan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD). Upaya ini dilakukan untuk menekan potensi peningkatan kasus DBD yang sering terjadi saat curah hujan tinggi.
Kepala Puskesmas Kedungdung, dr. Hilmi Ainul Yaqin Syah, menyatakan bahwa sosialisasi ini merupakan agenda tahunan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyebaran penyakit.
Baca juga: Tak Penuhi Prosedur, 27 Dapur MBG di Sampang Diberhentikan Sementara
"Kami lakukan setiap tahun guna mencegah dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait bahaya DBD," jelas dr. Hilmi, Senin (1/12/2025).
Sosialisasi ini melibatkan masyarakat, kader kesehatan, dan petugas Puskesmas. Informasi yang disampaikan berfokus pada cara pencegahan DBD yang efektif, salah satunya dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.
"DBD adalah penyakit yang dapat dicegah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan membasmi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti," terang dr. Hilmi.
Untuk pencegahan yang efektif, dr. Hilmi mengimbau masyarakat untuk menerapkan 3M Plus. Yakni menguras bak mandi dan wadah penampung air, menutup rapat semua wadah penampung air, dan mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air (seperti kaleng bekas dan ban bekas).
Baca juga: Inflasi Mei Lebih Tinggi dari April, BPS Ungkap Penyumbang Terbesarnya
"Plus"-nya mencakup upaya lain seperti menjaga kebersihan lingkungan, menggunakan kelambu saat tidur, memberikan abate atau memelihara ikan kecil di bak mandi, serta penyemprotan sarang nyamuk dewasa (Fogging) jika diperlukan.
Selain upaya pencegahan, pihak Puskesmas Kedungdung juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke petugas kesehatan jika menemukan gejala DBD.
Gejala DBD yang perlu diwaspadai meliputi demam tinggi mendadak hingga 39°C, nyeri otot dan sendi, juga mual dan muntah, serta nafsu makan menurun.
Gejala peringatan yang lebih serius mencakup mimisan, sakit perut hebat, muntah terus-menerus, dan perdarahan pada gusi atau kulit. Pelaporan yang cepat bertujuan agar pasien dapat segera ditangani oleh petugas kesehatan.
Dengan sosialisasi dan edukasi ini, diharapkan masyarakat Kedungdung dapat lebih waspada dan berperan aktif dalam pencegahan dan pembasmian DBD di wilayah mereka.
Editor : Fatih