KLIKJATIM.Com | Gresik – Meskipun gedungnya tampak megah dan menjadi rumah sakit rujukan di kawasan Pantura, RSUD Ibnu Sina Gresik tengah kesulitan keuangan. Setiap bulan, rumah sakit tersebut tekor sekitar Rp1,7 miliar akibat klaim yang diajukan ke BPJS Kesehatan tidak sepenuhnya dibayarkan, menyusul pengetatan verifikasi klaim biaya pengobatan.
Persoalan tersebut terungkap saat Komisi IV DPRD Gresik menggelar rapat kerja bersama direksi RSUD Ibnu Sina, untuk membahas pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2024 sekaligus mencari solusi perbaikan di tahun 2025.
“Manajemen RSUD Ibnu Sina meminta dukungan tambahan anggaran di Perubahan APBD (P-APBD) 2025 sebesar Rp15 miliar, karena tengah kesulitan keuangan,” ujar Wakil Ketua Komisi IV, Pondra Priyo Utomo, usai memimpin rapat.
Menurut Pondra, sejak diberlakukannya pengetatan rujukan oleh BPJS Kesehatan — yang membuat 144 diagnosa penyakit tidak dapat langsung dirujuk ke rumah sakit — RSUD Ibnu Sina tak dapat sepenuhnya menagih biaya perawatan yang diberikan.
Baca juga: Komisi IV DPRD Gresik Minta Operasional Gedung Rawat Inap Terpadu RSUD Ibnu Sina Dipercepat“Posisi keuangan RSUD Ibnu Sina tengah terpuruk, sehingga hampir setiap bulan terjadi kekurangan kas sekitar Rp1,7 miliar,” katanya.
Baca juga: Proyek Strategis KEK JIIPE Gresik Ngebut, Autogate Siap 'Go Live' September 2025
Selain masalah tersebut, RSUD juga harus mengembalikan klaim pelayanan pasien Hemofilia yang terjadi pada 2017–2021, yaitu sebesar Rp4,9 miliar. Refund tersebut tengah diangsur sejak Januari hingga Juni 2025 dan saat ini sudah lunas.
“Selain itu, terdapat beberapa perusahaan yang menunggak kewajiban pembayaran, yaitu PT Wijaya Karya sebesar Rp11 juta dan PT Bejana Baja Rp300 juta. Manajemen RSUD Ibnu Sina sudah melayangkan surat tagihan, tapi prosesnya terhambat karena kantor perusahaannya di Jakarta meskipun kegiatannya di Gresik. Piutang tersebut terjadi sejak tahun 2024 lalu,” jelas Pondra.
Baca juga: Komisi IV DPRD Gresik Minta Operasional Gedung Rawat Inap Terpadu RSUD Ibnu Sina Dipercepat
Pondra melanjutkan, manajemen RSUD Ibnu Sina membutuhkan tambahan anggaran Rp15 miliar pada P-APBD 2025. Dananya akan digunakan untuk melengkapi gedung yang baru sehingga dapat segera dioperasikan dan melayani masyarakat lebih maksimal. (qom)
Editor : Abdul Aziz Qomar