KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi sesuai dengan roadmap yang sudah ditetapkan Pemerintah, sebagai unit kerja milik Pemerintah yang melakukan pelayanan publik di bidang kesehatan, RSUD DR. R Sosodoro Djatikoesoemo telah melakukan berbagai upaya perubahan serta inovasi dalam rangka mencapai tujuan reformasi birokrasi.
Baca juga: Kejutan Tumpeng Warnai Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Bojonegoro, Forkopimda Tunjukkan Soliditas
Salah satu upaya dengan pencanangan pembangunan zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Dan Melayani (WBBM).
Direktur RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Hernowo mengatakan, RSUD Dr. R Sosodoro Djatikoesoemo merupakan rumah sakit rujukan kelas B terakreditasi paripurna di Kabupaten Bojonegoro yang mana memiliki kapasitas 500 tempat tidur yang menjadikan sebagai pusat pelayanan kesehatan rujukan dari berbagai daerah Bojonegoro dan sekitarnya.
"Layanan unggulan mulai dari Cath Lab, CT-Scan, Hemodialisis, hingga pelayanan poli eksekutif," ujarnya Selasa (21/3/2023).
Menurutnya, pada tahun 2022, RSUD Sosodoro memperoleh nilai indeks kepuasan masyarakat 90,05 %, ini membuktikan bahwa RSUD Sosodoro berkomitmen untuk menyelenggarakan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat, serta menciptakan inovasi dan pelayanan yang berkualitas.
"Diantaranya yaitu, Ritmik Energik, siap RS, sipena, laskar sigap, darma mitra, pomah kipas, produktif, sobat pos, E-Informa, sipang lima, welcome VIP anggrek dan si-Gada," katanya.
Ia menambahkan, saat ini RSUD Sosodoro terus berkomitment dengan memberikan pelayanan prima sebagai implementasi prinsip excelent sebagaimana tercapai pada tahun 2021 mendapatkan predikat zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Prestasi tersebut sebagai langkah awal untuk terus berbenah sehingga dapat melangkah menuju Wilayah Birokrasi Bersih Dan Melayani (WBBM).
Sementara itu Bupati Bojonegoro Anna Mu'awanah berharap, dengan adanya pencanangan kembali WBK Dan WBBM ini menjadi spirit birokrasi untuk mempercepat pelayanan. "Rumah sakit sebagai sektor pelayanan, bersih melayani, bapak-ibu tenaga medis harus memiliki responbility 100% di rumah sakit. Hal ini sebagai wujud integritas dan dedikasi tinggi terhadap pelayanan kepada seluruh pasien yang datang," ucapnya.
Baca juga: Investor Keluhkan Lambannya Perizinan PBG di Bojonegoro, DPRD Desak Pemkab Benahi Pelayanan
Lebih lanjut Bupati mengatakan, RSUD Sosodoro sekarang ini makin menjadi kebanggaan masyarakat Bojonegoro, serta menjadi wujud dan harapan masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya. Maka perlu berbanggalah RSUD Sosodoro memiki gedung yang megah, sarana dan prasarana yang bagus, tenaga medis yang berkompeten, tapi sesuai juga dengan pasien yang datang.
"Maka harapan kami, RSUD Sosodoro menjadi icon di sektor kesehatan di Bojonegoro khususnya, dan Kabupaten di sekitar Bojonegoro. Dan kami akan terus berupaya meningkatkan SDM yang ada di RSUD Sosodoro dan RSUD yang lain sampai ke tingkat bawah," pungkas Anna Mu'awanah.
"Mudah-mudahan pengukuhan WBK Dan WBBM ini menjadi motivator bagi bapak-ibu sekalian di dalam mencapai sebuah cita-cita tersebut, dan saya bangga dengan pencanangan ini, mudah-mudahan dapat diikuti oleh OPD yang lain," tambahnya. (adv)
Baca juga: Pemkab Bojonegoro Dorong Masjid Ramah Anak, Takmir Diminta Jangan ‘Serengen’ kepada Bocah
Editor : M Nur Afifullah