KLIKJATIM.Com | Pamekasan - Madura United FC resmi menunjuk Carlos Parreira sebagai pelatih baru sebagai bagian dari strategi jangka panjang klub. Sementara itu, posisi Alfredo Vera kini dialihkan menjadi Direktur Teknik tim berjuluk Laskar Sape Kerrab tersebut.
Presiden Klub Madura United, Achsanul Qosasi, menegaskan bahwa perubahan ini bukan karena kegagalan Vera dalam menjalankan tugasnya, melainkan hasil keputusan strategis yang sudah disepakati sejak Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Agustus 2025.
“Pergantian ini murni bentuk reposisi untuk memperkuat struktur tim pelatih. Saat itu kami masih fokus pada kebutuhan lain, jadi sekarang waktunya kami menata ulang untuk memperkuat sisi teknis Madura United FC,” ujar Achsanul, Kamis (13/11/2025).
Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Annisa Zhafarina, menambahkan bahwa keputusan menunjuk pelatih baru diambil setelah melalui proses evaluasi mendalam mengenai arah pengembangan tim.
“Madura United membutuhkan sosok pelatih yang tidak hanya cerdas dalam strategi permainan, tetapi juga mampu membangun mental dan karakter para pemain,” ungkap Annisa.
Dari hasil diskusi internal, manajemen akhirnya sepakat memilih Coach Carlos Parreira sebagai nakhoda baru. Pelatih asal Brasil itu dinilai memiliki pengalaman internasional yang mumpuni, baik di negaranya maupun di berbagai klub Asia.
“Coach Carlos dikenal sebagai pelatih disiplin dengan filosofi permainan menyerang yang tetap mengedepankan keseimbangan di lini pertahanan. Kami berharap kehadirannya membawa energi baru, stabilitas, dan motivasi bagi seluruh tim,” lanjutnya.
Carlos tidak datang sendiri. Ia akan bekerja bersama Marcelo Cordivol Margalho yang dipercaya menjadi pelatih fisik Madura United. Annisa optimistis, kolaborasi antara tim pelatih, pemain, dan manajemen akan menjadi kunci kebangkitan klub ke jalur persaingan papan atas.
“Kami juga mengajak seluruh suporter untuk terus memberikan dukungan penuh kepada Coach Carlos dan seluruh pemain agar Madura United semakin berprestasi dan mengharumkan nama Madura,” tutup Annisa.
Editor : Wahyudi