Anggaran Rp10,4 M Disiapkan Untuk Hilangkan Genangan di Kawasan Perkotaan Gresik

Reporter : Abdul Aziz Qomar
Rapat kerja komisi III DPRD Gresik dengan Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Gresik membahas penanganan genangan perkotaan (Abd Aziz Qomar/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Gresik — Momok genangan yang kerap melanda kawasan tengah kota di Kabupaten Gresik saat turun hujan direspon Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DCK-PKP) Kabupaten Gresik.

Kepala DCK-PKP Kabupaten Gresik Ida Lailatussa'diyah menuturkan, pihaknya menyiapkan anggaran 10,4 miliar untuk menghilangkan genangan pada tahun ini.

Baca juga: Kunjungi KEK JIIPE Gresik Bersama Dahlan Iskan, Rombongan Explore Business Disway Intip Masa Depan Industri Indonesia

Baca juga: Selain Ritel Modern, Toko Kelontong di Gresik Akan Dilarang Sediakan Kantong Plastik

Rinciannya aggaran Rehabilitasi Saluran Drainase Perkotaan sebesar Rp2,7M. Sedangkan operasi dan pemeliharaan sistem drainase disiapkan sebesar Rp7,7 miliar, untuk satgas drainase dan rumah pompa.

Dikatakan, saat ini sudah ada 5 rumah pompa untuk mengatasi genangan perkotaan yang secara administrasi berada di Kecamatan Gresik, Kebomas dan Manyar.

Lima rumah pompa tersebut berada di Kali Tutup Timur, Kali Towo, Kali Tutup Barat dan waduk Bunder di Desa Banjarsari Kecamatan Cerme. Selain itu ada rumah pompa yang berasal dari Angga APBN di Desa Sukomulyo Kecamatan Manyar.

Dijelaskan, rumah pompa di Sukomulyo ditangani masyarakat atau desa sendiri. Kali Tengger menjadi skala prioritas karena banyak bangunan di saluran hingga bottleneck.

Sedangkan saluran Kali Tutup Timur, tepatnya di depan Toko Ladju di Jalan Samanhudi, genangan air tidak sampai 3 jam.

"Tapi kita harus cari solusi karena merugikan masyarakat, dengan kegiatan rehabilitasi sistem saluran drainase Kali Tutup Timur dengan crossing Jalan Samanhudi," beber Ida dalam rapat kerja dengan Komisi III DPRD Gresik membahas penanganan banjir perkotaan, Jumat (06/01/2023).

Berdasarkan regulasi, sambung Ida, ketika air menggenang tidak sampai 3 jam, maka disebut genangan. Dan di perkotaan, tidak sampai 3 jam. Hanya saja, genangan terjadi di 22 titik sistem drainase.

"Luas daerah genangan 451,411 hektar. Itu hasil studi pada tahun 2015 ketika curah hujan sedang dan maksimal. Pada tahun 2023 ini, kita anggarkan untuk upgrade penyusunan rencana, kebijakan, strategi dan teknis sistem drainase perkotaan dengan anggaran Rp250 juta," imbuh Ida.

Baca juga: Pererat Sinergi Ulama–Umara, Kapolres Gresik Silaturahmi ke MUI

Diungkapkan, untuk operasi pemeliharaan saluran drainase, pihak DCK-PKP mempunyai 150 satgas yang setiap hari bergantian secara 3 shift dengan menjaga 5 rumah pompa.

Ida meminta masukan dari Komisi III DPRD Gresik untuk optimaliasi bozem Tologodendo. Khususnya dibawahnya gedung wahana ekspresi dan kreasi KRT Poesponegoro (WEP).

"Apakah digunakan tampungan saja, eman. Bagaimana kalau digunakan parkiran," tandasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi III Abdullah Hamdi memberikan apresiasi kinerja DCKPP Gresik dalam penataan serta antisipasi genangan di perkotaan. Hanya saja, ada beberapa catatan.

"Soal pemutakhiran data, jangan gunakan data hasil studi 2015, sangat mungkin kondisi drainase dan wilayah sudah berubah," kata Hamdi.

Baca juga: Dosen FISH UNESA Bersama PPI Taiwan Dorong Penguatan Identitas Budaya Diaspora Indonesia

Dia juga meminta bozem - bozem yang ada dioptimalkan untuk menampung air. Dikatakan, bozem Telogodendo dan bozem Terate diharapkan bisa diperdalam sehingga air yang keluar ke laut bisa dikendalikan.

"Saya yakin ada crossingnya. Tapi saluran tidak lancar," tuturnya.

Baca juga: Petrokimia Gresik Buka Program Magang Mahasiswa Bersertifikat 2023, Berikut Prodi yang Bisa Daftar

Anggota Komisi III lain, Lutfi Dhawam meminta dilakukan antisipasi penambahan pompa di sekitar Perumahan Bunder Asri, Kantor Bupati Gresik hingga kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) yang saluran pembuanganya ke waduk Bunder.

"Kapasitas pompa juga harus ditambah karena perkembangannya juga semakin pesat," ujarnya. (yud)

Editor : Abdul Aziz Qomar

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru