KLIKJATIM.Com | Ponorogo – Tiga orang anggota DPRD Kabupaten Ponorogo melakukan kunjungan ke sekolah tempatnya dulu belajar. Tepatnya di SDN Sragi Kecamatan Sukorejo.
Ketiga legislator itu di antaranya Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto yang merupakan alumni 1985. Anggota DPRD Mujiatin alumni 1989 dan Isnaini almuni tahun 1990.
Baca juga: Razia Tempat Hiburan Malam, Polres Ponorogo Tak Temukan Pelanggaran
Para alumni tersebut pun mengikuti upacara bendera, Senin (22/8/2022). Usai upacara, mereka tampak bercengkerama dengan anak-anak didik SDN Sragi.
Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto mengatakan tujuan kedatangan bersama dua rekannya sesama alumni sekolah setempat dalam rangka reuni. Sekaligus memotivasi kepada para siswa untuk giat belajar dan bersungguh-sungguh dalam mengejar cita-citanya.
“Saat ini banyak yang pilih ke kota. Ke sekolah favorit. Sebenarnya sekolah dimanapun tergantung pribadi masing-masing,” ujar Sunarto.
Baca juga: Polres Ponorogo Amankan Dua Buronan Kasus Penganiayaan dan Pengeroyokan
Meski belajar di sekolah favorit tapi tidak menjadi jaminan dapat berhasil sesuai yang dicitakan. Namun ada juga yang berhasil.
Sebenarnya ukuran keberhasilan tidak hanya jabatan, pangkat, kaya atau tidak. Tapi bisa memberikan pendidikan kepada semua. "Kedatangan kami di sekolah masa kecil kami dulu ini, untuk memotivasi para siswa yang menuntut ilmu di sini," ujar lulusan SDN Sragi ini.
Dia juga mengungkapkan bahwa perjalanan sebelumnya ada banyak pengorbanan yang dilakukan untuk meraih cita-cita. Terlebih dengan kondisi sekolah yang berada di pinggiran kota. Selain jalan rusak juga kondisi sekolah yang alakadarnya.
Baca juga: Kado HUT RI, 115 Warga Binaan Lapas Ponorogo Dapat Remisi
Kendati berada di pinggiran kota dengan fasilitas sekolah yang kurang lengkap dibandingkan dengan sekolah di kota, Sunarto berharap para siswa harus tetap semangat. Tidak putus asa dalam mengejar cita-cita.
"Jadi kami berharap para murid tidak minder. Dimana pun sekolahnya asal bersungguh-sungguh dalam belajar, insya Allah akan terwujud cita-citanya," pesannya. (nul)
Editor : Fauzy Ahmad