Pembangunan Rp8,5 Miliar, RPH-R Ponorogo Akhirnya Dimanfaatkan Setelah Mangkrak Bertahun-tahun

klikjatim.com
Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia (RPH-R) Jetis. (Fauzy Ahmad/klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Ponorogo - Setelah 9 tahun mangkrak, bangunan Rumah Pemotongan Hewan Ruminansia (RPH-R) Jetis atau tepatnya di belakang Kantor UPTD Pertanian Jetis, Ponorogo, resmi digunakan, Minggu (10/7/2022). Tampak suasana RPH-R di Jalan Gajah Mada tersebut ramai.

Tidak seperti sebelumnya, yang hanya seonggok gedung kosong. Tidak berpenghuni. Hanya ditumbuhi rumput ilalang. 

Baca juga: PN Tipikor Surabaya Vonis 6 Tahun 6 Bulan Penjara Bupati Nonaktif Ponorogo Sugiri Sancoko

Nah, pada momen Hari Raya Idul Adha ini watu per satu hewan kurban jenis sapi diturunkan dari truk maupun pikap yang membawanya. Total ada 5 sapi disembelih di RPH-R, Minggu (10/7/2022). 

"Ini adalah perdana kami gunakan RPH-R setelah 9 tahun mangkrak. Momentum Idul Adha ini," ujar Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko di lokasi. 

Dia menjelaskan bahwa RPH dioperasionalkan pertama dicoba Pemkab Ponorogo. Hal itu dilakukan agar mereka yang mendapatkan daging dari kurban Pemkab Ponorogo, benar dagingnya sehat, bersih dan dipotong secara Syar'i. 

Sementara, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan), Masun mengatakan perdana digunakan ada 5 ekor sapi yang siap disembelih. Sebenarnya ada 9 ekor. Namun yang 4 ekor mundur karena tidak sabar menunggu. 

Baca juga: Kejari Ponorogo Tahan Mantan Ketua Dewan Atas Dugaan Korupsi Tunjangan Anggota DPRD

Saat ini digunakan yang konvensional. Untuk yang modern masih ada beberapa kekurangan, seperti daya listrik yang kurang besar. 

"Juga ada pelatihan untuk jagal. Itu PR rekanan. Kami bakal tagih ketika nanti sudah dayanya naik," pungkasnya. 

Sebagai informasi, gedung RPH-R Ponorogo itu baru dimanfaatkan ketika Idul Adha 2022 ini. Padahal dana yang digunakan untuk membangun RPH-R tersebut tak sedikit. Totalnya mencapai sebesar Rp8,5 Miliar.

Baca juga: SMKN 1 Jenangan, Sekolah Binaan MPM Honda Jatim, Raih Juara 1 LKS Nasional 2026

Dimulai pada 2013 dengan anggaran Rp2,45 miliar dari dana APBD Jawa Timur. Tahun berikutnya digelontorkan Rp181 juta.

Setelah itu sempat terhenti dua tahun. Pembangunan dilanjutkan dengan dana alokasi khusus (DAK) 2016 sebesar Rp2,53 miliar.

Setahun berikutnya, RPH-R kembali digelontorkan Rp367,97 juta dari APBD. Kemudian, 2019 digelontorkan kembali Rp1,16 miliar dari APBD dan Rp481,1 juta dari DAK. (nul)

Editor : Fauzy Ahmad

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru