KLIKJATIM.Com | Bojonegoro—Pemkab Bojonegoro menggelontorkan kredit modal bagi para pedagang puluhan miliar. Tujuannya, agar para pedagang di Bojonegoro tidak terjerat hutang kepada rentenir.
[irp]
Baca juga: Lestarikan Budaya dan Kuliner Khas Tempo Dulu, Pasar Djadoel Grissee #5 Kembali Digelar di Gressmall
Bantuan modal disalurkan melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Daerah Bojonegoro. Selama 3 tahun merealisasikan kurang lebih Rp 43,7 miliar untuk 11.357 pedagang. Kredit permodalan tersebut untuk memberikan solusi bagi pedagang yang terjerat pinjaman dengan bunga cukup tinggi.
"Kita siapkan anggaran untuk solusi para pedagang yang terjerat pinjaman dengan bunga yang tinggi dengan bekerja sama melalui BPR," ujar Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro Sukaemi, Minggu (10/10/2021)
Baca juga: Lindungi Hak Sipil Warga, 41 Pasangan di Lamongan Ikuti Isbat Nikah Terpadu 2026
Sukaemi mengatakan, total realisasi Kartu Pedagang Produktif (KPP) yang telah tercetak hingga September 2021 sebanyak 37.220 kartu. Setiap bulan Disdag mendapatkan surat realisasi dari perbankan.
“Pemegang KPP tidak hanya mendapatkan fasilitas kredit permodalan. Melainkan juga dapat mengajukan pelatihan kewirausahaan, kemudahan akses kemitraan dan kemudahan pelayanan perijinan usaha,” kata Sukaemi
Baca juga: Kepiting Sukorame, Jurus Ampuh Tekan Angka Stunting Lewat Kolaborasi Lintas Sektor di Lamongan
Menurutnya, di 2019 sebanyak 8.400 penerima KPP telah terealisasi sebesar Rp 4,2 miliar kredit usaha mikro, dan di 2020 terjadi peningkatan sebanyak 25.193 penerima KPP dengan realisasi Rp 26,6 miliar dengan rincian realisasi Rp 11,4 miliar untuk kredit usaha mikro dan untuk realisasi kredit usaha ultra mikro kurang lebih Rp 15,2 miliar.
“Rekap realisasi pinjaman modal hingga September 2021 kurang lebih Rp 43,7 miliar. Sementara untuk 2022 menyasar 20 ribu pedagang dengan alokasi Rp 50 miliar,” imbuhnya.(mkr)
Editor : M Nur Afifullah