Mall di Surabaya Mulai Buka, Pengunjung yang Belum Vaksin Tidak Boleh Masuk

klikjatim.com
Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim, Sutandi Purnomosidi di Pakuwon Mall Kota Surabaya.

KLIKJATIM.Com | Surabaya - Pusat perbelanjaan atau mall di Kota Pahlawan melakukan uji coba pembukaan mall. Namun diwajibkan bagi para pengunjung untuk menunjukkan kartu vaksin sebagai syarat memasuki mall atau beraktifitas di dalam mall.

[irp]

Baca juga: Komitmen Perkuat Infrastruktur Ketahanan Pangan, Bupati Yes Sabet Pemimpin Daerah Awards 2026

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jatim, Sutandi Purnomosidi mengatakan, persyaratan yang diterapkan kali ini ini cukup ketat, salah satunya adalah menunjukkan bukti telah melakukan vaksinasi.

"Cukup ketat, termasuk seluruh yang beraktivitas di mall harus sudah vaksin. Oleh karena itu kita bekerja sama dengan tim IT dari Kemenkes menciptakan aplikasi dengan barcode untuk setiap pintu didalam mall," kata Sutandi, Selasa, (10/8/2021).

Selain itu, para pengunjung diwajibkan untuk mendownload aplikasi Pelindung Diri agar bisa melakukan scan barcode. Cara ini juga digunakan untuk menghitung jumlah kapasitas pengunjung. Sebab, pada pemberlakuan PPKM Level 4 ini, yang hanya diperboleh 25 persen pengunjung saja.

"Semua yang masuk harus masuk mall harus scan barcode, nanti aplikasi akan menunjukkan warna. Bila hijau artinya sudah vaksin dua kali, orange sudah vaksin satu kali, merah belum vaksin," terangnya.

Baca juga: Penonton Karnaval Budaya Jember Panik, Pos Kamling Ambruk Disenggol Pick Up Muat Sound Horeg

Namun, ada pengecualian untuk pengunjung anak-anak dibawah 12 tahun dan pengunjung diatas 70 tahun. Untuk sementara waktu mereka belum diizinkan untuk masuk atau beraktifitas didalam mall.

"Jadi dilarang masuk mall, sementara ini anak-anak dan orang tua tidak di izinkan masuk mall," ujarnya.

Sementara itu, Khusnul Khotimah pengunjung mall mengaku bingung dengan kebijakan tersebut. Pasalnya, dia sudah menunjukkan kartu vaksin, akan tetapi juga diharuskan untuk mendownload aplikasi tersebut.

Baca juga: Buka Kantor Baru dan Siapkan Kejutan Kader Anyar, DPD PSI Jember Tegaskan Dukungan Penuh untuk Gus Fawait

"Saya sudah tunjukkan kartu vaksin tapi tetap disuruh download. Padahal saya sudah vaksin. Tapi untungnya saya sudah mendapat penjelasan dari petugas, kalau aplikasi itu juga untuk menghitung jumlah pengunjung diseluruh mall di Kota Surabaya. Jadi tidak apa-apa lah," jelas Khusnul. (bro)

Editor : Redaksi

Lowongan & Karir
Berita Populer
Berita Terbaru