KLIKJATIM.Com | Bojonegoro - Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak gelombang ketiga tahun 2020 di Bojonegoro mendapatkan angin segar. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menaikkan anggaran untuk pesta rakyat tingkat desa ini. Jika pada gelombang kedua yang berlangsung pada tahun 2019 anggaran Rp 41 juta kini bisa mencapai Rp 71 juta.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bojonegoro, Djuwana Poerwiyanto mengatakan ada beberapa faktor kenaikan anggaran Pilkades serentak. Salah satunya adalah naiknya jumlah pemilih pada gelombang ketiga ini.
Baca juga: Tudingan Pencemaran Nama Baik Berujung Laporan Polisi, Kades Sumberagung dan Warga Akhirnya Damai
"Jumlah pemilihnya memang masih dalam proses pemutakhiran. Namun, diprediksi akan lebih besar jumlahnya daripada gelombang sebelumnya," ujarnya.
[irp]
Dijelaskan, dari 233 Desa di Bojonegoro yang akan menggelar Pilkades pada bulan Februari 2020 mendatang masih melakukan pendataan pemilih. Verifikasi dan validasi terus digenjot untuk mendapatkan data pemilih masing-masing desa.
"Sementara ini masih tahap validasi penyusunan daftar pemilih Sementara dan masih ada tahapan-tahapan lainya. Besok pada 19 November 2019 ada pengesahan atau penetapan daftar pemilih sementara. Setelah itu masih ada penetapan daftar pemilih tambahan menjadi Daftar Pemilih Tetap," beber mantan Camat Balen ini.
Mengenai kenaikan anggaran diterangkan oleh Djuwana masing-masing desa akan mendapat bantuan anggaran sebesar Rp71,7 juta untuk DPT yang berjumlah antara 1 sampai 1000 pemilih. Untuk DPT 1.001 orang sampai dengan 2.000 orang, bantuan anggaran sebesar Rp 73.4 juta. Sedangkan DPT 2.001 orang sampai dengan 3.000 orang, mendapat bantuan anggaran sebesar Rp75,16 juta. Lalu DPT dari 3.001 orang sampai dengan 4.000 orang, mendapat anggaran sebesar Rp77 juta. Kemudian untuk jumlah DPT 4.001 orang sampai dengan 5.000 orang mendapat sebesar Rp79 juta dan DPT dari 5.001 orang sampai dengan 6.000 orang, mendapat anggaran sebesar Rp80,4 juta.
"Selanjutnya, DPT 6.001 orang sampai dengan 7.000 orang mendapat anggaran sebesar Rp 82,2 juta. DPT 7.001 orang sampai dengan 8.000 orang bantuan anggaran sebesar Rp83, 8 juta dan DPT 8.001 orang sampai dengan 9.000 orang medapat anggaran sebesar Rp85, 5 juta," imbuhnya.
Baca juga: Antisipasi Penyebaran Super Flu, Dinkes Bojonegoro Anjurkan Warga Lakukan Vaksinasi Influenza
Jumlah hak pilih 9.001 orang sampai dengan 10.000 orang, mendapat bantuan anggaran sebesar Rp 87, 5 juta. Hak pilih 10.000 orang sampai dengan 11.000 orang, mendapat bantuan anggaran sebesar Rp 89 juta dan jumlah hak pilih di atas 11.001 orang memperoleh anggaran sebesar Rp 91,75 juta.
[irp]
"Kalau untuk gelombang kedua kemarin kan sebesar Rp 7,1 miliar dari 156 desa, sedangkan gelombang ketiga ini ada 233 desa dan anggarannya juga bertambah, sehingga dipastikan bakal lebih besar," pungkasnya.
Anggota Panitia Pilkades Desa Brangkal Kecamatan Kepohbaru, Ali Mansyur mengatakan sangat mengapresiasi Pemkab Bojonegoro. Dengan kenaikan anggaran tersebut juga menambah semangat para panitia di desa.
Baca juga: Gudang Solar Terbakar, Suplai BBM Proyek Irigasi Kali Pacal Jadi Sorotan
"Ini juga akan membantu anggaran desa agar tidak terlalu banyak tersita di Pilkades," ucapnya.
Ketua DPRD Bojonegoro, Imam Solikin juga menanggapi kenaikan anggaran Pilkades serentak ini. Dia berpesan agar panitia pelaksana Pilkades serentak yang ada di desa tidak mengundurkan diri.
"Kenaikan anggaran ini bisa menjadi pemicu agar tetap bekerja keras sesuai tupoksi dan fokus, tidak bingung memikirkan anggaran lagi," harapnya. (Af/bro)
Editor : M Nur Afifullah