KLIKJATIM.Com | Sidoarjo - Tahun ini ekspor produk pertanian Jatim tercatat mencapai volume 2.144 miliar ton atau senilai Rp. 39 Triliun. Kemudian sektor non pertanian sebesar 48,495 ton senilai Rp 13 Triliun, sehingga total ekspor komoditas pertanian Tahun 2020 senilai Rp 52 Triliun. Pemerintah Provinsi Jatim terus membina produktifitas pertanian agar ekspor bisa ditingkatkan.
[irp]
Baca juga: Diduga Ada Korban Terjebak dalam Kebakaran Pabrik Sepatu di Waru Sidoarjo
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawangsa menyebutkan, pada 2019, jumlah populasi domba di Jatim sebanyak 1.382.418 ekor yang berkontribusi terhadap nasional sebesar 8 persen. Kemudian jumlah populasi kambing sebanyak 3.524.898 ekor, yang berkontribusi terhadap nasional sebesar 19 persen.
Populasi domba terbanyak di Jatim berasal dari Bojonegoro 181.075 ekor, Tuban 93.841 ekor, Banyuwangi 88. 657 ekor, Lamongan 86.417 ekor, serta Jember 81.196 ekor. Sedangkan populasi kambing terbanyak di Jatim berasal dari Trenggalek 424.558 ekor, Ponorogo 265.377 ekor, Malang 261.546 ekor, Pacitan 217.989 ekor, Tulungagung 200.454 ekor.
Ke depan, Pemprov Jatim melalui Dinas Peternakan, Dinas Pertanian serta Disperindag Jatim akan memperkuat koordinasi, sinergi dan kolaborasi dengan BBKP Surabaya serta Kanwil Ditjen Bea dan Cukai Jatim terkait persyaratan ekspor terutama komoditas pertanian dan peternakan dari Jatim. Koordinasi tersebut salah satunya terkait persoalan administrasi eksport - import.
Baca juga: Pilkades Serentak 2021, Pengguna Hak Pilih Wajib Prokes
“Sebenarnya saat ini administrasinya sudah menggunakan sistem IT. Mungkin ada beberapa koperasi di daerah yang kesulitan dengan sistem ini mungkin terkait kendala teknis. Sehingga dengan kerjasama antar pihak ini ke depan kita harap masalah administrasi ini dapat diselesaikan lebih cepat dan ekspor pertanian ke mancanegara terus meningkat,” katanya.
Pemprov Jatim, lanjut Khofifah, terus berupaya meningkatkan kualitas produk-produk ekspor asal Jatim baik produk UMKM maupun produk pertanian. Selain memberikan pelatihan, rencananya pada Januari Tahun 2021 mendatang, Pemprov Jatim bersama Kementerian Perdagangan akan membuat pilot project yakni Rumah Export Center yang akan dibuka di Jatim.
Baca juga: Terbaru, Magic Lightening Premium Diamond 1 Glowing Bisa Atasi Masalah Jerawat Wajah
“InsyaAllah ini memudahkan ikhtiar kita dalam meningkatkan produk-produk asal Jatim yang bisa diekspor ke mancanegara. Misal untuk ekspor hewan ternak ini kita sudah menggunakan format Animal Wellfare. Semoga upaya ini menjadi ikhtiar kita untuk terus memberikan kemudahan akses sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyrakat,” katanya.
Sementara Kepala BBKP Surabaya Musyaffak Fauzi mengatakan, domba yang diekspor ini sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh BBKP. Sehingga, domba yang diekspor tersebut dalam keadaan baik atau lolos tes kesehatan. “Kami berharap ke depannya performa ekspor sektor pertanian terus meningkat dari tahun ke tahun,” pungkasnya. (bro)
Editor : Redaksi