klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Wujud Peduli, RSUD Jombang Beri Pendampingan Psikologis untuk Warga Terdampak Tanah Gerak di Sambirejo Wonosalam

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Pendampingan psikologis yang dilakukan RSUD Jombang kepada korban tanah Gerak di Wonosalam, Jombang (Diana/Klikjatim.com)
Pendampingan psikologis yang dilakukan RSUD Jombang kepada korban tanah Gerak di Wonosalam, Jombang (Diana/Klikjatim.com)

KLIKJATIM.Com | Jombang - Wujud kepedulian terhadap sesama di bulan Ramadan, RSUD Jombang mengirimkan Tim Psikolog Klinis untuk memberikan bantuan dan pendampingan psikologis kepada masyarakat terdampak bencana tanah bergerak di Dusun Sumberlamong, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Pantauan di lokasi, tampak Tim dari RSUD Jombang melakukan konseling dengan warga terdampak bencana tanah gerak dan memberikan trauma healing kepada anak-anak, Jumat 15 Maret 2024.

Selain itu, pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga setempat. Dalam kesempatan itu, anak anak juga diajak bermain dan diberikan kue dan susu oleh petugas. 

"Hari ini kami melakukan assessment yaitu mengadakan penilaian kondisi psikologis, selanjutnya melakukan pendampingan psikologis, kemudian memberikan trauma healing oleh psikolog klinis RSUD Jombang," ujar Direktur RSUD Jombang Dr. dr. Ma’murotus Sa'diyah, M.Kes., di sela-sela kegiatan. 

Baca juga: Peziarah Makam Gus Dur di Jombang Meningkat Jelang Ramadan 1445 H
Dr. dr. Ma’murotus Sa'diyah, M.Kes.,menambahkan, trauma healing akan dilakukan secara berkala hingga masyarakat benar-benar dalam kondisi psikis yang stabil dan baik.

"Selain itu kami juga mengirimkan Tim pemeriksaan kesehatan fisik. Kami juga memberikan pengobatan gratis untuk warga serta pembagian susu dan biskuit hasil donasi atau sukarela dari teman-teman RSUD untuk anak-anak disini," tandasnya. 

Sementara itu, terkait pengobatan gratis Dr. dr. Ma’murotus Sa'diyah, M.Kes menyampaikan, ada 34 orang dilakukan pemeriksaan kesehatan fisik dan pengobatan meliputi 23 orang dewasa dan 11 anak-anak. 

Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu warga masyarakat dan berbagi kebahagian. "Harapannya mereka tidak berlarut-larut dalam kesedihan," ucapnya. 

"Dengan pemberian pendampingan psikologis kepada korban penyintas bencana ini, mereka nantinya memiliki resiliensi atau kemampuan untuk menjaga kesehatan mentalnya dari pengalaman traumatis dan bangkit kembali untuk memulai hidup baru," pungkasnya. (qom)

Editor :