klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Tragis! Perempuan di Gresik Meninggal Dunia Usai Tercebur Sumur, Evakuasi Libatkan Damkar hingga BASARNAS

avatar Abdul Aziz Qomar
  • URL berhasil dicopy
Petugas Damkar Gresik dan BASARNAS saat berusaha menyelamatkan korban. (Dok/Damkar Gresik)
Petugas Damkar Gresik dan BASARNAS saat berusaha menyelamatkan korban. (Dok/Damkar Gresik)

KLIKJATIM.Com | Gresik – Seorang perempuan bernama Farikatun (53) warga RT 09 RW 02 Desa Wonokerto, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, ditemukan meninggal dunia setelah tercebur ke dalam sumur, Selasa (21/4/2026) dini hari.

Proses evakuasi korban berlangsung cukup lama karena kondisi sumur yang sempit dan dalam. Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Gresik, BPBD, Polsek Dukun, Puskesmas Mentaras, hingga Basarnas Surabaya diterjunkan ke lokasi.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemkab Gresik, Suyono, mengatakan laporan kejadian diterima melalui Command Center 112 sekitar pukul 00.00 WIB.

“Setelah menerima laporan, personel Pos Damkar Dukun langsung berangkat pukul 00.02 WIB dan tiba di lokasi pukul 00.06 WIB,” ujarnya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula saat korban hendak menuju kamar mandi. Namun, secara tidak sengaja korban tercebur ke dalam sumur.

Ibu korban yang dalam kondisi lumpuh melihat kejadian tersebut dan langsung berteriak meminta tolong. Warga sekitar yang mendengar teriakan segera mendatangi rumah korban.

Namun saat itu seluruh akses pintu rumah dalam keadaan terkunci, sehingga warga harus mendobrak pintu terlebih dahulu untuk masuk ke dalam rumah. Saat berhasil masuk, korban sudah tidak terlihat dari permukaan sumur.

Seorang warga bernama Yusuf kemudian melaporkan kejadian itu ke Command Center 112. Laporan tersebut diteruskan ke sejumlah instansi terkait.

Sesampainya di lokasi, petugas Damkar melakukan penilaian situasi. Namun peralatan rescue yang tersedia dinilai belum memadai untuk melakukan evakuasi dari dalam sumur yang sempit dan dalam.

Karena itu, petugas meminta bantuan Basarnas Surabaya untuk melakukan evakuasi. Setelah tiba di lokasi, tim Basarnas berkoordinasi dengan unsur terkait sebelum memulai proses penyelamatan.

Petugas kemudian menggunakan alat pelindung diri (APD) dan perlengkapan khusus. Salah satu personel turun ke dalam sumur dan mengikat tubuh korban menggunakan tali webbing agar dapat diangkat ke permukaan.

“Evakuasi berlangsung hingga beberapa jam. Korban akhirnya berhasil diangkat, namun dinyatakan meninggal dunia,” kata Suyono.

Proses evakuasi selesai sekitar pukul 04.45 WIB. Setelah itu seluruh personel kembali ke pos masing-masing.

Dalam operasi tersebut, sejumlah kendaraan dikerahkan, di antaranya mobil Damkar Pos Dukun, mobil BPBD Gresik, mobil Polsek Dukun, ambulans Puskesmas Mentaras, serta kendaraan BASARNAS Surabaya.

Editor :