Profesor Asal London Ingin Mengabdikan Ilmunya di Gresik

Reporter : Redaksi - klikjatim

Foto : Wabup Gresik, Qosim (kiri) menyambut kedatangan Profesor Andrew W. Smith. (koinul/klikjatim.com)

GRESIK – Profesor Andrew W. Smith dari Universitas of London datang ke Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Kamis (14/02/2019). Ia mengaku tertarik dengan pengelolaan Resource Centre (RC) untuk Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di daerah setempat.

Bahkan profesor yang juga berkecimpung dalam penanganan pendengaran dengan organisasi kesehatan dunia (WHO, red) tersebut, ingin mengabdikan ilmunya di Kabupaten Gresik. Yaitu di UPT RC.

“Di sini saya ingin membantu sesuai keahlian saya terhadap penanganan anak berkebutuhan khusus gangguan pendengaran,” kata Andrew, saat didampingi Wakil Bupati Gresik, Mohamamd Qosim dan Kadispendik, Mahin.

[irp]

Pakar dan Pemerhati ABK ini mengaku tertarik dan bangga dengan program di RC. Salah satunya terkait kerjasama dengan puskesmas, karena telah menangani 600 orang ABK.

“Saya berharap keahlian dan ilmu yang saya miliki ini bisa bermanfaat untuk meningkatkan seluruh anak berkebutuhan khusus di sini, atau di seluruh belahan dunia. Tentu tak hanya kepada anak dengan gangguan pendengaran saja,” harap pakar dan pemerhati ABK itu.

Dia pun berjanji akan datang lagi ke kota santri dan wali ini. Yaitu, untuk menunaikan niat baiknya berbagi ilmu dengan para ABK. “Saya akan datang lagi untuk selalu membantu,” imbuhnya.

[irp]

Wabup Gresik, Qosim, sangat mengapresiasi niat baik Profesor Andrew W. Smith. Diharapkan kedatangannya ke Gresik untuk membantu anak-anak berkubutuhan khusus segera terlaksana.

“Yang paling penting adalah kehadiran Profesor Andrew untuk datang ke Gresik, guna membantu para anak berkebutuhan khusus. Entah itu enam bulan sekali atau setahun sekali,” tandasnya.

Kehadiran profesor di Kabupaten Gresik sangatlah positif bagi masyarakat. Terutama anak-anak berkebutuhan khusus.

Dalam agenda kunjungan Profesor Andrew W. Smith kali ini didampingi oleh dr. Nyilo Purnami, THT-KL (K) Ketua Komda Komite Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengaran & Ketulian (PGPKT) Provinsi Jawa Timur. Serta beberapa orang dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya. (nul/*)