klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Praktek Aborsi Bertarif Rp 2 Juta di Blitar Sudah Beroperasi 17 Tahun Dijalankan Oknum Pegawai Dinkes

avatar klikjatim.com
  • URL berhasil dicopy
Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya menunjukkan tersangka dan barang bukti praktek aborsi di Blitar.
Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya menunjukkan tersangka dan barang bukti praktek aborsi di Blitar.

KLIKJATIM.Com | Blitar - Satreskrim Polres Blitar berhasil membongkar praktek aborsi ilegal yang dilakukan di sebuah rumah di Kecamatan Sutojayan. Dalam kegiatan ini, Agus Trisulamik (52) oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kesehatan diamankan Unit PPA Satreskrim Polres Blitar diamankan karena kedapatan membuka praktik aborsi.

[irp]

Oknum Dinkes Blitar ini telah membuka praktek aborsi sejak tahun 2003 lalu, atau sudah berjalan sekitar 17 tahun. Aksi kejahatan yang dilakukan Agus Trisulamik  terbongkar usai menangani aborsi seorang pelajar korban persetubuhan oknum PNS Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar. Setelah disetubuhi, korban berbadan dua hingga akhirnya pelaku persetubuhan oknum PNS Dishub bernama Ganefo (56) mengantarkan korban untuk melakukan aborsi di tempat praktik Agus.

"Kasus ini terungkap setelah dilakukan penyelidikan atas kasus persetubuhan oknum PNS terhadap anak angkatnya. Ternyata saat itu pelaku meminta korban persetubuhan untuk mengaborsi kandungannya dengan mengantarkannya ke tempat praktik tersangka AT," terang Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya, Kamis (17/12/2020).

Setelah diselidiki, ditemukan sejumlah barang bukti di tempat praktik Agus Trisulamik, sehingga aparat berhasil membongkar praktik terlarang yang dilakukannya. Barang bukti tersebut di antaranya sediaan medis berupa obat-obatan dan alat medis berupa spekulum yang biasa digunakan untuk membuka organ kewanitaan. "Kami terus melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil membongkar pelaku utama praktik aborsi ini," imbuhnya.

Sekali melakukan praktik aborsi, Agus memasang tarif mulai Rp 2.000.000 hingga Rp 2.500.000. Biasanya yang datang untuk menyewa jasanya adalah pasangan muda-mudi yang tidak menghendaki kehamilan.

"Tarifnya antara Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta. Saat ini kami sedang menyelidiki sudah ada berapa orang yang menggunakan jasa pelaku untuk melakukan aborsi," ujarnya. (hen)

Editor :