klikjatim.com skyscraper
klikjatim.com skyscraper

Empat Penumpang Avanza Tewas DIhantam KA Argo Bromo

avatar Wahyudi
  • URL berhasil dicopy
Kondisi mobil Toyota Avanza yang mengangkut sembilan penumpang ringsek setelah ditabrak KA Argo Bromo di Grobogan
Kondisi mobil Toyota Avanza yang mengangkut sembilan penumpang ringsek setelah ditabrak KA Argo Bromo di Grobogan

KLIKJATIM.Com | Grobogan - Perlintasan sebidang di Dusun Sugihan, Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, menjadi lokasi kecelakaan tragis yang menewaskan empat orang pada Jumat (1/5/2026) dini hari.

Insiden terjadi sekitar pukul 02.52 WIB, ketika Kereta Api Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta–Surabaya menabrak sebuah mobil Toyota Avanza yang mengangkut sembilan penumpang. Rombongan tersebut diketahui merupakan keluarga yang hendak mengantar calon jemaah haji.

Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Grobogan, Eko Ari Kisworo, menjelaskan bahwa mobil bernomor polisi H-1060-ZP melaju dari arah selatan menuju utara, dari Sidorejo ke Purwodadi, dengan kecepatan sedang.

Namun, saat melintasi perlintasan tanpa palang pintu, mesin mobil tiba-tiba mati. Pada saat bersamaan, kereta datang dari arah barat dengan jarak yang sudah terlalu dekat, sehingga tabrakan tak dapat dihindari.

Benturan keras menghantam bagian depan kiri mobil hingga kendaraan terpental sekitar 20 meter, menabrak tiang telekomunikasi, dan akhirnya terjatuh ke area persawahan di sisi rel.

Menurut Eko, kecelakaan diduga dipicu kelalaian pengemudi serta kondisi cuaca berkabut tebal yang membatasi jarak pandang hingga sekitar 10 meter. Minimnya fasilitas pengaman di perlintasan juga menjadi faktor yang memperparah kejadian.

Akibat insiden tersebut, empat orang meninggal dunia di lokasi, termasuk seorang balita. Para korban diketahui mengalami cedera kepala berat. Mereka adalah ND (10), Mukamat Sakroni (51), Dalni (51), dan SB (2). Seluruh korban sempat dibawa ke Puskesmas Pulokulon sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu, lima penumpang lainnya mengalami luka-luka, mulai dari patah tulang hingga luka robek, dan kini menjalani perawatan di RSUD Purwodadi.

Perangkat Desa Sidorejo, Heri Siswanto, menyebutkan bahwa rombongan terdiri dari dua kendaraan. Mobil pertama berhasil melintasi rel, sedangkan mobil kedua yang berisi sembilan penumpang tertabrak kereta.

“Empat orang meninggal dunia, termasuk balita yang merupakan cucu calon jemaah haji,” ujarnya.

Manager Humas Daop 4 Semarang PT KAI, Luqman Arif, mengatakan bahwa perjalanan kereta sempat dihentikan sementara untuk pemeriksaan. KA Argo Bromo Anggrek melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Kradenan sebelum kembali melanjutkan perjalanan setelah dinyatakan aman.

Pihak KAI menyampaikan duka cita dan kembali mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar jalur kereta api serta lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang.

Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko kecelakaan di perlintasan tanpa palang pintu, terutama dalam kondisi cuaca buruk dan minimnya sistem pengamanan.

Editor :